Bogor, Bimas Islam — Sebanyak 280 peserta mengikuti sesi bedah buku dalam Muharam Islamic Literacy Festival (Milfest) 1448 H yang digelar Direktorat Urusan Agama Islam dan Bina Syariah Kementerian Agama di Gedung Unit Percetakan Al-Qur'an (UPQ), Ciawi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada 31 Juli hingga 2 Agustus 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Kementerian Agama memperkuat budaya literasi keagamaan sekaligus menghadirkan ruang belajar yang dekat dengan generasi muda.
Direktur Urusan Agama Islam dan Bina Syariah, Arsad Hidayat, mengatakan, penguatan literasi menjadi salah satu strategi Kementerian Agama dalam menjangkau Generasi Z yang merupakan salah satu kelompok usia terbesar di Indonesia.
"Kementerian Agama saat ini sedang gencar menyasar Gen Z. Berdasarkan data yang saya baca, Gen Z adalah satu dari empat penduduk Indonesia. Jadi, kalau ada empat orang berdiri, salah satunya adalah Gen Z," ujar Arsad di Jakarta, Rabu (5/8/2026).
Menurut Arsad, besarnya jumlah Generasi Z menjadi alasan Kementerian Agama terus menghadirkan program yang sesuai dengan karakter anak muda, termasuk melalui festival literasi yang memadukan diskusi, bedah buku, dan ruang interaksi bersama para penulis.
"Kementerian Agama memberikan perhatian kepada generasi muda, terutama Gen Z," katanya.
Sejalan dengan arahan Menteri Agama Nasaruddin Umar, penguatan literasi keagamaan menjadi bagian penting dalam membangun kualitas sumber daya manusia yang berkarakter, berpengetahuan, dan mampu menjawab tantangan zaman. Karena itu, Kementerian Agama terus menghadirkan ruang-ruang belajar yang inklusif dan relevan bagi generasi muda.
Semangat tersebut diwujudkan melalui rangkaian bedah buku yang menghadirkan sejumlah penulis nasional dengan tema yang beragam. Pada hari pertama, peserta mengikuti bedah buku Make Better Decisions karya Rama Dhonanto yang membahas pentingnya kemampuan mengambil keputusan secara bijak.
Selanjutnya, peserta diajak mendalami novel Yang Jauh di Lubuk Hati karya Aguk Irawan. Kegiatan berlanjut dengan talkshow "Spill Your Story: Ngobrol Seru tentang Menulis Fiksi dan Nonfiksi" bersama sastrawan Maman S. Mahayana dan penulis Kak Iyan. Rangkaian bedah buku ditutup dengan pembahasan novel Kembara Rindu dan Suluh Rindu karya Habiburrahman El Shirazy.
Selain bedah buku, Milfest 1448 H juga menghadirkan berbagai kegiatan literasi, antara lain diskusi penguatan dan pengawasan literasi keagamaan Islam, talkshow strategi melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi di dalam dan luar negeri, informasi peluang studi di Malaysia, Mesir, dan Iran, serta kiat mempersiapkan beasiswa.
Beragam kegiatan tersebut menunjukkan bahwa literasi tidak hanya dimaknai sebagai aktivitas membaca, tetapi juga sebagai sarana memperluas wawasan, mengembangkan kemampuan berpikir kritis, dan mempersiapkan masa depan generasi muda.
Melalui penyelenggaraan Milfest 1448 H, Kementerian Agama berharap ekosistem literasi keagamaan di Indonesia semakin berkembang. Festival ini diharapkan menjadi ruang kolaborasi antara pemerintah, penulis, akademisi, dan masyarakat untuk menumbuhkan budaya membaca, memperkuat tradisi berpikir kritis, serta melahirkan generasi muda yang moderat, adaptif, dan mampu memberikan kontribusi positif bagi bangsa.
Msk/Mr
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Lantik Pejabat Eselon II Ditjen Pesantren, Menag: Perhatikan Masa Depan Santri dan 42 Ribu Pesantren
Jakarta, Bimas Islam --- Menteri Agama Nasaruddin Umar hari ini melantik lima pejabat eselon II Direktorat Jenderal Pesantren Kementerian Agama. Pelantikan…



