Malang, bimasislam—Jika Anda mengunjungi kampus Universitas Brawiajaya Malang, jangan lupa singgah si kantin akademik Halalan Thoyyibah yang berada tidak jauh dari gedung rektorat. Tidak sulit untuk mengenali kantin ini dengan 147 kantin lainnya yang ada di seputar kampus, karena di pintu masuknya terdapat tulisan besar “Kantin Akademik Halalan Thoyyiban”.
Kamis (29/9) pada jam makan siang, kantin ini terlihat sangat sibuk. Manager Administrasi, Sarana dan Prasarana kantin Halalan Thayyiban Arya Fiqriya mengatakan, sejak diresmikan sebagai kantin Halalan Thayyiban 24 Maret, omset kantin ini meningkat drastis.
“Kalau sedang sepi omset kantin mencapa Rp. 2,5 juta sampai Rp 3 juta sehari. Kalau sedang ramai bisa sampai Rp 5 juta. Sebenarnya kita buka sampai pukul 20.00 WIB tapi pukul 18.00 WIB semua makanan sudah habis,” kata Arya.
Apa daya tarik kantin akademik Halalan Thayyiban diandingkan dengan kantin lainnya di komplek kampus Brawijaya? Tentunya semua makanan yang tersaji dipastikan halal. “Kami sudah cek bahan baku, sampai datang ke rumah, kita ambil sampel makanan,” kata Arya.
Untuk menjamin kekhalalan kantin, setiap pedagang yang menyewa tidak bisa memindahtangankan kiosnya. Kemudian kontrak sewa diperbaharui dalam dua tahun dan dilakukan identifikasi ulang terkait bahan-bahan yang digunakan.
Selain halal, makanan yang dijual di kantin akademik itu juga harus punya kekekhasan. Sebagian jajanan yang dijual merupakan produk dari mahasiswa sendiri yang berwiraswasta sembari kuliah. “Saya suka siomay-nya,” kata Anik, salah seorang mahasiswa yang makan siang di kantin halal.
Kantin ini juga sangat memperhatikan urusan sanitasi. Ada tempat piring kosong. Mahasiswa memindahkan piring dan gelas kotornya sendiri ke tempat itu, sehingga para pelanggan yang baru masuk tidak terganggu dengan piring dan gelas kotor di meja tamu.
Tidak hanya itu, para mahasiswa juga dimanjakan dengan hotspot gratis. Suasana kantin juga cukup nyaman. Setting ruangan, hiasan dinding dan ornamen yang ada juga cukup menarik, seperti restoran-restoran mahal di Jakarta. Tapi tentunya, harga makanan tetap “harga mahasiswa”.
Demikian sepintas kantin akademik Halalan Thoyyiban ini. Menurut Arya, kantin ini adalah pillot project. Peresmiannya dilakukan langsung oleh Rektor Universitas Brawijaya Prof. Dr. Ir. Mohammad Bisri, M.S. Maret lalu yang dihadiri Sekjen Kemenag, Nur Syam. Beberapa kantin di komplek kampus Brawijaya sudah bersiap untuk beralih menjadi kantin Halalan Thoyyiban.
(anam-sigit/bimasislam)



