Jakarta, bimasislam-- Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) beserta Ibu Negara Hj. Ani Yudhoyono dan puluhan ribu kaum Muslimin tanah air melaksanakan Shalat Idul Adha di masjid Istiqlal Jakarta, Minggu (5/10) pagi. Shalat Idul Adha dilaksanakan sekitar pukul 07.00 WIB. Sebelum pelaksanaan shalat, dikumandangkan takbir yang dipimpin oleh Ustad H. Akhwani dan berperan sebagai imam, Ustadz H. Hasanuddin Sinaga. Adapun Ketua Lembaga Dakwah PBNU Dr. KH. Zakky Mubarak, MA didaulat sebagai Khotib.
Dalam Khutbahnya, Zakky Mubarak menegaskan, bahwa ibadah Kurban tidak hanya terbatas pada penyembelihan hewan Kurban dan pembagian dagingnya kepada kaum fakir dan miskin, tetapi dapat dikembangkan lebih luas dan bersifat kompleks.
“Segala kegiatan yang mengandung makna memberikan sesuatu yang kita miliki kepada mereka yang membutuhkan adalah merupakan bagian dari kegiatan Kurban secara luas”,tegas Mubarak.
Lebih khusus, Dosen Universitas Indonesia ini mencontohkan bahwa Kita bisa berbagi ilmu, pengetahuan, harta, pengalaman, dan berbagai kelebihan yang kita miliki untuk diberikan kepada umat secara umum.
“Dalam rangka mengokohkan keutuhan bangsa dan Negara, kita harus melakukan pengorbanan yang lebih besar dari Kurban dalam arti yang sempit”,terangnya.
Diakhir Khutbahnya, Zakky Mubarak berpesan agar setiap diri bangsa rela berkorban untuk menjaga keutuhan bangsa dan Negara melalui profesi masing-masing.
“Kita harus mampu menghidupkan ukhuwah dan persaudaraan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, tanpa memandang ras, golongan, suku, agama, dan etnis”,pungkasnya.
Data yang dihimpun bimasislam dari panitia pelaksana hari besar Islam Kementerian Agama, selama menjadi Presiden, SBY selalu melaksanakan Shalat idul Adha di masjid Istiqlal Jakarta, dari tahun 2004 hingga di penghujung menjabat sebagai kepala Negara 2014.
“Setiap tahunnya jamaah yang melaksanakan shalat Ied bersama Presiden sekitar dua ratus lima puluh ribu orang”,Ujar Ahmad Ketut, Kepala Seksi Hari Besar Islam, Direktorat Penerangan Agama Islam, Kemenag RI.
Hadir pula Wapres Boediono beserta Ibu Herawati Boediono, para Dubes negara sahabat, para Menteri Kabinet Indonesia Bersatu II, Ketua KPU, Wakil Menteri Agama Nasaruddin Umar, Ketua dan Wakil Ketua DPR dan para Pimpinan Ormas Islam. (syamsuddin-arga/foto:bimasislam)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…



