Bogor, bimasislam—Keberhasilan Provinsi Banten meraih juara umum MTQN XXVI tahun 2016 di NTB lalu, menyulut semangat para pelaku musabaqah di provinsi tersebut. Selain tema pembinaan, penerapan teknologi dalam penyelenggaraan MTQ menjadi isu penting yang disambut para peserta. bimasislam berkesempatan hadir dan menyaksikan antusiasme para pengurus dan stakeholder LPTQ se- Banten dalam Rakerda VI di Cisarua, Bogor (2-4/11). Kegiatan tersebut dihadiri pula oleh para asistend aerah Tk. II se-Banten, akademisi, pengurus LPTQ dan pemprov Banten.
Ketua LPTQ Banten, Prof. Dr. Syibli menyampaikan, Rakerda VI tahun ini menjadi ajang evaluasi dan konsolidasi jajarannya dalam menyikapi keberhasilan menjuarai MTQN XXVI lalu. Menurutnya, keberhasilan kafilah Banten menyabet juara umum adalah sebuah kebanggan, mengingat untuk pertama kalinya perhelatan MTQN dilakukan seleksi peserta sangat ketat.
“Kami bangga atas keberhasilan ini. Karena hasil kejuaraan menggambarkan betapa ketatnya persaingan dan hampir merata,” tuturnya saat berbincang dengan bimasislam.
Guru Besar IAIN Sultan Maulana Hasanuudin Banten ini menggarisbawahi proses seleksi menggunakan e-MTQ dan penerapan interval 1 dalam penilaian. Sebagia provinsi yang kaya dengan SDM bidang MTQ, penerapan keduanya adalah sebuah terobosan penting guna meningkatkan citra MTQ itu sendiri. Melalui penerapan keduanya, pihaknya dan pelaku MTQ di seluruh Indonesia memiliki kepercayaan atas proses yang berlangsung berjalan sportif dan jujur.
Tidak sebatas bangga. Baginya LPTQ Banten siap menjadi penggerak penerapan kedua sistem itu dalam event MTQ di daerah. Menurutnya, LPTQ Banten akan menerapkan pembinaan lebih strategis sesuai hasil evaluasi hasil MTQN 2016, menerapkan e-MTQ dan penguatan kelembagaan.
Dijumpai di tempat yang sama, Sekretaris Umum LPTQ Nasional yang juga Direktur Penerangan Agama Islam, Muchtar Ali menegaskan, fokus pembinaan harus dikedepankan dalam menghadapi event MTQ di setiap tingkatan. Menurutnya, sudah saatnya pembinaan potensi daerah diutamakan ketimbang mengambil “jadi” dari daerah lain.
“Kami dan jajaran LPTQ daerah berkomitment untuk MTQ yang transparan dan berkualitas. Kami juga sudah meminta pendapat para ahli dan senior yang lama berkhidmat untuk MTQ. Insya allah semua berjalan sesuai visi mewujudkan good governance,” tegasnya sata memberikan sambutan.
Dalam perhelatan MTQN XXVI, kafilah banten menyabet juara umum dengan total 20 piala dari 40 golongan musabaqah, 6 piala juara 1 dan 2 serta 8 piala juara III. Kafilah Banten sendiri mengirimkan peserta di 39 golongan musabaqah dari total 40 golongan yang dilombakan.
(yoesni,kangjeje/foto:bimasislam)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…



