Jakarta, bimasislam--Hari itu Rabu 7 Januari 2015 menjadi hari yang bernilai istimewa bagi Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS). Peresmian Markaz Ahbaabullah Centre- Yatim Islamic Boarding School yang dibangun dengan bantuan hibah Qatar Charity dilaksanakan di Kampung Cirangkong, Cibungbulang, Kabupaten Bogor. Komplek pendidikan gratis khusus anak yatim dan dhuafa itu berdiri di atas tanah seluas 1,7 hektar, yaitu tanah wakaf dari Yayasan Siti Hajar Sudja'i.
Hadir dalam acara peresmian Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan, Plt Bupati Bogor Nurhayanti. Menteri Agama diwakili Dirjen Bimbingan Masyarakat Islam, Prof. Dr. Machasin. Juga hadir Direktur Pemberdayaan Zakat, Jaja Jaelani, dan beberapa pengurus BAZNAS. Dalam kesempatan itu dari pihak Qatar hadir Wakil Duta Besar untuk Indonesia, Country Director Karam Zein Aly, Mr. Rashid Al Marri, serta beberapa muhsinin (donatur) Qatar Charity yang sengaja dihadirkan.
Pemerintah Indonesia – sebagaimana disampaikan dalam sambutan tertulis Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin yang dibacakan oleh Dirjen Bimas Islam, Machasin – memberikan apresiasi sepenuhnya kepada Qatar Charity, sebuah organisasi internasional nonprofit dan nonpemerintah. Partisipasi yang diberikan Qatar Charity cukup banyak dalam mewujudkan kemaslahatan masyarakat dan kemajuan dunia Islam di berbagai negara. Indonesia negara berpenduduk muslim terbesar di dunia mempunyai kepentingan untuk mengembangkan kerjasama dengan berbagai organisasi dan lembaga internasional, baik yang bergerak di bidang keagamaan, pendidikan, keuangan, kemanusiaan dan kebudayaan. Kerjasama multilateral yang dibangun antarpemerintah maupun antarmasyarakat berperan dalam mendorong kemajuan bangsa karena dilakukan di atas prinsip kemanfaatan dan menjunjung tinggi kedaulatan setiap negara.
Menurut Menteri Agama, “Di negara kita banyak organisasi sosial yang bekerja menangani pemeliharaan anak yatim piatu dengan mengadakan asrama, panti atau rumah yatim piatu. Tetapi apakah asrama atau rumah yatim piatu yang telah didirikan itu sudah seimbang dengan jumlah anak yatim piatu yang perlu ditampung dan dididik dengan baik? Setahu saya pernah dianjurkan oleh Menteri Agama RI Prof. Dr. H. A. Mukti Ali di tahun 1970-an, bahwa di samping usaha mengadakan rumah yatim piatu, juga perlu digerakkan pemeliharaan anak yatim dengan cara mengambil mereka menjadi anggota keluarga sendiri, hidup bersama-sama dengan kita, diberi pendidikan, disekolahkan hingga dewasa dan dapat hidup mandiri. Pendidikan yang harus diberikan kepada anak yatim adalah untuk menanamkan kepercayaan diri bahwa mereka mempunyai kemampuan berprestasi yang sama sebagaimana anak-anak yang lainnya.”
“Dalam Islam, rumah yang paling baik ialah rumah yang di dalamnya terdapat anak yatim yang dimuliakan. Jika kita analogikan kepada lembaga pendidikan, maka tidak berlebihan mengatakan bahwa lembaga pendidikan yang paling baik adalah yang mendidik anak yatim dan mempersiapkan mereka menjadi generasi yang tangguh menghadapi masa depan.” demikian Menteri Agama dalam sambutan tertulisnya.
Wakil Sekretaris BAZNAS M. Fuad Nasar mengungkapkan kepada bimas-islam, sejarah pembangunan sekolah yatim BAZNAS, Ahbaabullah Centre. Bermula dari konsep pendirian sekolah kemahiran dan kewirausahaan yang rencananya diberi nama “Darul Kasbi”.Konsep tersebut pertama kali adalah gagasan Bapak Drs. Tulus (mantan Direktur Pemberdayaan Zakat yang kini menjabat Sekretaris Komisi Pengawas BAZNAS) dan mendapat dukungan dari Ketua Umum BAZNAS untuk diupayakan mencari sponsor dari Timur Tengah. Setelah proposal diajukan, pihak Qatar Charity menyetujuinya untuk pembangunan sekolah bagi anak yatim, maka konsepnya diubah dan disesuaikan dengan keinginan penyandang dana.
Menurut Ketua Umum BAZNAS Prof. Dr. KH Didin Hafidhuddin, sekolah tingkat SLTP itu nantinya akan menampung anak-anak yatim dan dhuafa dari berbagai provinsi yang dijaring lewat BAZNAS daerah. Selain sekolah, juga dibangun asrama sekolah dengan kapasitas 140 anak. Pembangunan beberapa unit gedung dan masjid sepenuhnya berasal dari Qatar Charity, sedangkan biaya operasional sekolah akan ditanggung oleh BAZNAS. Penerimaan siswa dan proses belajar-mengajar dimulai Juni 2015. Untuk tahap pertama akan direkrut sebanyak 60 siswa putra.(mfns/foto:bimasislam)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…



