Batam, bimasislam—Kemeriahan event Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Tingkat Nasional di Kota Batam Provinsi Kepulauan Riau hampir berakhir. Rencananya, Jum’at (13/6) besok Wakil Presiden Budiono akan menutup even dua tahunan ini pukul 19.00 WIB. Berdasarkan Pantauan bimasislam, hampir seluruh cabang akan menyelesaikan partai final hari ini, Kamis (12/6). Ini menandakan bahwa seluruh jadwal perlombaan berjalan secara baik.
Di balik hiruk pikuk MTQN terselip kisah tak kenal lelah dari para panitera, yaitu mereka yang betugas mendampingi para dewan hakim dalam rekapitulasi nilai dan hal-hal yang terkait pada saat lomba dilaksanakan. Memulai tugas pukul 08.00 wib, para panitera pun harus mengakhirinya hingga larut malam. Mereka harus berada di arena lomba hingga lomba ditutup. Untuk itulah, panitera bukan hanya harus profesional, akan tetapi juga harus siap secara fisik.
Nasrullah, MA, panitera pada cabang tilawah menuturkan, menjadi panitera bukanlah tugas yang ringan. Di tangan para panitera inilah kelancaran lomba dipertaruhkan. Dari mulai menyiapkan form penilaian lomba, mengambil rekap nilai dari para dewan hakim, lalu memasukannya kedalam siten penilaian yang telah disiapkan. Ketelitian dan kecermatan wajib dikuasai, karena jika salah atau kurang cermat akibatnya harus siap diprotes oleh official atau penonton.
“Panitera itu harus cepat dan cermat, juga menguasai IT yang telah disiapkan panitia. Intinya, selama kita kerja profesional, Insya Allah ngga ada protes dari official,” tuturnya sebagai diceritakan kepada bimasislam.
Hal senada dituturkan H. Munjaedi, panitera pada cabang Musabaqah Makalah al-Qur’an (M2Q). Baginya, tahun ini menjadi kesempatan ketiganya sebagai panitera MTQN. Tak mengherankan jika ia begitu menikmati walau berat, namun dengan penuh dedikasi semua itu terasa ringan.
“Kerjasama tim menjadi kunci. Kami saling menutupi, saling memback up jika ada yang keteran. Intinya panitera itu walau berat tapi mengasyikan,” ujarnya.
Sebanyak 22 panitera disiapkan pihak panitia pada pelaksanaan MTQN tahun ini. Mereka berasal dari kalangan profesional, staf Ditjen Bimas Islam dan unsur LPTQ yang telah dibekali materi kepaniteraan. (kangjeje/foto:bimasislam)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…



