Jakarta, bimasislam— Era TV digital telah merambah di masyarakat kita sejak tahun 2013 dan akan mencapai puncaknya pada tahun 2018. Pada tahun 2018 diperkirakan apa yang disebut sebagai Smart World, yaitu dunia yang tersambung dengan internet dalam semua segi kehidupan. Dimulai dari “smart people”, kemudian “smart phone”, “smart bussiness”, “smart home”, dan “smart city”, serta “smart world”. Demikian dikatakan oleh Abdullah Khair, Direktur Imedia Plus Indonesia, pioneer TV Digital Indinesia saat memperkenalkan dengan Bimas Islam di Pusat Data dan Informasi lt 20, Gedung Kemenag, Jl. MH. Thamrin 6 Jakarta (26/2)
“Era digital TV ke ke depan akan menjadi kebutuhan yang tidak bisa dielakkan. Meski share pasar saat ini baru sekitar 10 persen, namun diperkirakan pada tahun 2018 akan menjadi pembuktian era Digital TV sebagai media efektif bagi masyarakat. Saat ini saja hampir semua orang tidak bisa lepas dari smart-phone dan mereka akan mengakses media sosial secara aktif. Kesibukan yang padat sebagai ciri masyarakat modern akan menjadikan orang-orang tidak punya waktu untuk menonton TV Satelit, tetapi mereka akan mengakses TV melalui smart-phone”, urainya.
“Ke depan, Jakarta akan menjadi kota yang terkoneksi dengan internet atau smart city. Jadi setiap orang akan dengan mudah mengakses internet dengan gratis. Ini kesempatan kita hadir di sana”, imbuh owner Imedia Plus yang memiliki jenggot panjang ini.
Dalam sambutannya, Kasubag Sistem Informasi Ditjen Bimas Islam, Thobib Al-Asyhar, Bimas Islam membutuhkan banyak media untuk menyampaikan program dan kebijakannya kepada publik. Apapun media yang ada dapat dijadikan sebagai media image building.
“Bimas Islam sesungguhnya telah melakukan banyak hal strategis dalam pembinaan dan pelayanan masyarakat. Namun kelemahan kita adalah pada sosialisasinya. Jadi kalau ada yang menawarkan pembuatan Bimas Islam TV saya kira cukup menarik dan nanti kami pelajari”, ujarnya.
“Bimas Islam dituntut memiliki respon yang cepat atas segala hal yang terjadi pada masyarakat. Saatnya kita merubah paradigma baru bahwa Bimas Islam telah berubah dan melek terhadap teknologi”, tutupnya. (thobib/foto:bimasislam)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…



