Tangerang Selatan, bimasislam—Keluarga Besar Kementerian Agama menyampaikan duka cita atas meninggalnya Drs. H. Mustoha, MA, mantan Kepala Badan Litbang Kementerian Agama pada hari Jumat tanggal 16 Desember 2016 pukul 7.40 WIB. Mustoha berpulang ke rahmatullah dalam usia 76 tahun di kediaman Griya Satwika Telkom Ciputat Tangerang Selatan. Jenazah almarhum dimakamkan di TPU Ciputat selesai shalat Jumat, setelah dishalatkan di masjid terdekat.
Mustoha dilahirkan di Cirebon tahun 1940. Menamatkan pendidikan sarjana dari Fakultas Tarbiyah IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta sekitar tahun 1972. Semasa kuliah beliau adalah aktivis HMI (Himpunan Mahasiswa Islam). Dalam organisasi kemahasiswaan di IAIN Syarif Hidayatullah, sebagaimana dikenang oleh Drs. H. Tulus (mantan Direktur Penyelenggaraan Haji, Direktur Pemberdayaan Zakat dan Staf Ahli Menteri Agama), Mustoha pernah menjadi Ketua Dewan Mahasiswa IAIN Syarif Hidayatullah. Waktu itu, Ketua Dewan Mahasiswa dipergilirkan, giliran pertama Ahmad Sukardja dari PMII (Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia), giliran kedua periode berikutnya Mustoha dari HMI, dan giliran ketiga Sabuki dari IMM (Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah).
Dalam masa tugasnya yang cukup panjang di Badan Litbang, Mustoha memperoleh kesempatan tugas belajar ke Australia hingga meraih gelar Master of Arts (MA). Selanjutnya dipromosikan menjadi Kepala Biro Kepegawaian, di masa Menteri Agama Dr. H. Tarmizi Taher.
Semasa menjabat beliau dikenal sangat disiplin dalam segala hal, termasuk taat asas atas aturan-aturan. Menurut pemerhati sejarah Kementerian Agama M. Fuad Nasar yang takziah ke rumah duka, almarhum Mustoha ikut memiliki andil dalam perumusan bingkai teologis kerukunan antar-umat beragama di masa Menteri Agama Tarmizi Taher tahun 1990-an. Melanjutkan program menteri-menteri sebelumnya, Tarmizi Taher menyadari pentingnya merumuskan kerangka teologis kerukunan sebagai pedoman dan acuan untuk mencapai suatu hubungan yang rukun dan harmonis di antara semua golongan umat beragama yang ada di Indonesia. Mustoha ditunjuk sebagai Ketua Tim Penyunting konsep teologis kerukunan antar-umat beragama. Hasil akhir suntingan tersebut telah diterbitkan dalam tiga bahasa yakni bahasa Indonesia, Inggris dan Arab.
Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Agama yang pernah dipimpin oleh Mustoha dibentuk pada tahun 1975 yaitu di masa Menteri Agama Prof. Dr. H. A. Mukti Ali. Kepala Badan Litbang pertama adalah Dr. Muljanto Sumardi.
Menurut Fuad Nasar, segenap jajaran Kementerian Agama yang masih aktif dalam kedinasan dan para purna bakti yang pernah menjabat di masa lampau perlu terus memelihara silaturahim, generasi penerus perlu belajar dari pengalaman dan pemikiran terbaik dari orang-orang terdahulu serta menghargai jasa para senior yang telah memberikan kontribusinya kepada umat, bangsa, negara dan organisasi Kementerian Agama di masa lalu.
“Doa kita untuk senior Kementerian Agama, almarhum Pak Mustoha, semoga husnul khatimah dan Allah SWT menerima amal pengabdian beliau semasa hidupnya.” ujar Fuad dalam keterangan persnya kepada redaksi bimas-islam.
(mfns/bimas-islam)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…



