Malang, Bimas Islam — Di tengah lalu lintas padat Rest Area KM 66A Tol Pandaan–Malang, Masjid Ar-Rahman berdiri sebagai ruang jeda bagi para pemudik. Di balik kebersihan dan kenyamanannya, ada sosok yang setia merawatnya: Tri Adi, takmir Masjid Ar-Rahman yang telah mengabdi hampir sembilan tahun.
Setiap hari, ia memastikan masjid tetap bersih, rapi, dan layak digunakan. Terutama saat musim mudik, ketika ribuan orang datang silih berganti untuk beribadah, beristirahat, atau sekadar melepas lelah.
Bagi Tri Adi, pengabdian ini bukan sekadar pekerjaan. Meski penghasilan yang diterima tidak besar, ia merasakan keberkahan yang menguatkan langkahnya untuk terus bertahan.
“Alhamdulillah, meskipun gaji tidak seberapa, saya merasakan banyak keberkahan selama menjadi bagian dari Badan Kesejahteraan Masjid. Bahkan dari penghasilan yang ada, istri saya bisa melanjutkan kuliah,” ujarnya saat ditemui pada Senin (23/3/2026).
Masjid Ar-Rahman sendiri dikenal sebagai masjid ramah pemudik. Fasilitasnya bersih dan terbuka bagi siapa saja yang singgah di jalur tol Pandaan–Malang. Tempat wudu dan kamar mandi menjadi perhatian utama, mengingat area tersebut paling sering digunakan oleh para pelintas.
Tri Adi memahami betul kebutuhan para musafir. Perjalanan panjang kerap menyisakan lelah, sehingga masjid bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga ruang untuk menenangkan diri.
Karena itu, ia bersama pengurus lain berupaya menjaga suasana tetap nyaman. Baginya, kebersihan bukan sekadar rutinitas, melainkan bentuk pelayanan kepada sesama.
“Saya berharap para pemudik yang singgah bisa merasa nyaman seperti di rumah sendiri. Kami berusaha menjaga kebersihan, terutama di tempat wudu dan kamar mandi, supaya jamaah tidak terganggu saat beribadah atau beristirahat. Semoga apa yang kami lakukan bisa menjadi amal ibadah,” tambahnya.
Di tengah hiruk-pikuk perjalanan mudik, ketulusan seperti yang ditunjukkan Tri Adi menjadi hal yang sering luput dari perhatian. Namun, justru dari tangan-tangan sederhana itulah, masjid tetap terjaga sebagai tempat yang menenangkan.
Masjid Ar-Rahman bukan hanya bangunan yang berdiri di tepi jalan tol. Ia hidup dari dedikasi orang-orang di dalamnya. Selama masih ada ketulusan seperti yang dijalani Tri Adi, masjid ini akan terus menjadi persinggahan yang hangat bagi siapa pun yang datang.
Zs/Mr
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…



