Jakarta, bimasislam—Seiring dengan penyerahan DIPA Kementerian Agama oleh Menteri Agama kepada seluruh Sekretaris Unit Eselon I, Sekretaris Ditjen Bimas Islam, Muhammadiyah Amin, menyampaikan bahwa dengan diserahkannya DIPA 2017, maka program dan kegiatan mulai bulan Januari dapat dilaksanakan. Menurutnya, pelaksanakaan kegiatan tidak perlu menunggu pemisahan ADIK dari nomenklatur yang baru karena belum jelas kapan dilaksanakan. Demikian dikatakannya di hadapan pera direktur dan pejabat eselon III dan IV di lingkungan Ditjen Bimas Islam di RS lantai 6 Kemenag RI, Jl. MH. Thamrin 6 Jakarta (3/1).
Lebih lanjut Amin menegaskan bahwa Bimas Islam patut bersyukur, bahwa hasil audit kinerja Inspektorat terhadap Bimas Islam yang diwakili Sekretariat mendapatkan nilai 79.86.
“Hasil audit kinerja Inspektorat terhadap kinerja Bimas Islam tahun 2015 cukup bagus, yaitu 79.86. Ini diatas rata-rata unit lain yang hanya mencapai 50-60. Kita patut syukuri dan menjadi pemacu kita untuk terus berbenah dalam rangka meningkatkan kualitas Bimas Islam yang semakin baik di masa mendatang”, katanya.
Amin juga menyampaikan 9 pesan Menteri Agama terkait dengan penyerahan DIPA 2017 agar menjadi perhatian semua pihak di Bimas Islam, pusat dan daerah, yaitu:
Pertama, pelajari dan telaah kembali DIPA yang Saudara peroleh apakah sudah sesuai dengan outcome program, target, dan sasaran program? Jika terdapat kegiatan yang tidak sesuai dengan hal tersebut diatas, segera lakukan perubahan/revisi dengan mengalihkan untuk kegiatan prioritas lain yang memiliki nilai tambah bagi masyarakat.
Kedua, sesuai dengan arahan Presiden, bahwa program dan anggaran negara harus berorientasi manfaat untuk rakyat dan berorientasi pada prioritas untuk mencapai tujuan pembangunan nasional. Kebijakan anggaran saat ini jelas, yaitu money follow program agar dana yang tersedia bisa dialokasikan kepada unit atau bagian yang memiliki program prioritas, terutama yang sesuai dengan kebijakan nasional.
Ketiga, perhatikan dan fokus pada kegiatan prioritas sesuai dengan visi dan misi, Nawacita Presiden dan tugas fungsi Kementerian Agama melalui optimalisasi pemanfaatan anggaran terutama yang memiliki dampak langsung pada masyarakat, seperti pembiayaan pendidikan, bantuan penyediaan sarana ibadah, pelayanan keagamaan, serta pemeliharaan kerukunan umat beragama.
Keempat, melaksanakan arahan Presiden pada penyerahan DIPA Tahun 2017 tanggal 7 Desember 2016 di Istana Negara Jakarta, saya minta seluruh penanggung jawab program pada satuan kerja pusat dan daerah memulai percepatan pengadaan barang dan jasa di bulan Desember tahun 2016 agar pelaksanaan kegiatan bisa dimulai sejak awal 2017.
Kelima, laksanakan optimalisasi pelaksanaan anggaran antara lain dengan efisiensi pada belanja perjalanan dinas, pembiayaan kegiatan sosialisasi, orientasi, workshop, konsinyering, rapat-rapat di luar kantor dan rapat kerja di luar wilayah kerja tanpa mengurangi target kinerja, termasuk di dalamnya efisiensi belanja perjalanan dinas luar negeri, seperti kegiatan studi banding dan undangan yang tidak berdampak langsung bagi peningkatan kinerja Kementerian Agama.
Keenam, pelaksanaan DIPA Kementerian Agama tahun 2017 agar didasari lima budaya kerja Kementerian Agama, yaitu Integritas, Profesional, Inovasi, Tanggung Jawab dan Keteladanan.
Ketujuh, tingkatkan kualitas pelaksanaan anggaran dalam rangka meningkatkan opini Wajar Dengan Pengecualian (WDP) menjadi Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK-RI pada Laporan Keuangan Kementerian Agama.
Kedelapan, tingkatkan koordinasi dan konsultasi baik secara internal maupun dengan instansi terkait dalam rangka pelaksanaan anggaran yang efektif, efisien, transparan dan akuntabel.
Kesembilan, selesaikan seluruh temuan hasil pemeriksaan BPK-RI, BPKP, dan Inspektorat Jenderal sesuai dengan rekomendasi dan hindari kesalahan yang sama agar tidak berulang pada tahun 2017.
Hadir dalam kesempatan tersebut pada direktur di lingkungan Ditjen Bimas Islam, yaitu direktur Pena Islam, Direktur Urais dan Binsyar, Direktur Pemberdayaan Wakaf, dan Direktur Pemberdayaan Zakat. Demikian juga para ejabat eselon 3 dan 4 di lingkungan Ditjen Bimas Islam.
(thobib al-asyhar/bimasislam)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…



