Jakarta, Bimas Islam — Kementerian Agama bersama Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) serta Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mematangkan persiapan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional ke-XXXI yang akan digelar di Semarang pada September mendatang.
Pelaksanaan MTQ tahun ini dirancang lebih modern dengan digitalisasi hampir di seluruh tahapan, mulai dari pendaftaran peserta hingga pengelolaan materi lomba.
Direktur Jenderal Bimas Islam Kementerian Agama Abu Rokhmad mengatakan, Kementerian Agama memegang tanggung jawab utama dalam pelaksanaan MTQ Nasional sesuai regulasi. Tugas itu meliputi pendaftaran peserta, penyusunan materi soal, rekrutmen Dewan Hakim, hingga bimbingan teknis bagi panitia, panitera, pembawa acara, dan tim teknologi informasi.
“Untuk MTQ Nasional tahun ini, hampir seluruh proses sudah kami siapkan secara digital. Pendaftaran peserta dilakukan secara daring oleh masing-masing daerah mulai 10 sampai 31 Juli 2026, kemudian dilanjutkan verifikasi, masa sanggah, hingga penetapan peserta secara transparan dan terukur,” ujar Abu Rokhmad dalam rapat koordinasi persiapan MTQ Nasional ke-XXXI di Kantor Kemenko PMK, Jakarta, Selasa (29/4/2026).
Ia menjelaskan, verifikasi data peserta akan dilakukan dalam dua tahap. Tahap pertama berlangsung pada 1–5 Agustus 2026 dengan melibatkan Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) untuk memastikan keabsahan identitas peserta. Selanjutnya, masa sanggah dibuka pada 6–10 Agustus 2026 agar LPTQ provinsi dapat menyampaikan keberatan jika ditemukan indikasi pemalsuan data peserta dari provinsi lain.
“Kami ingin tata kelola MTQ ini benar-benar akuntabel. Karena itu, rekrutmen Dewan Hakim juga dilakukan secara terbuka agar yang terpilih benar-benar memiliki integritas dan kompetensi,” katanya.
Abu menambahkan, penyusunan materi lomba telah dimulai melalui Focus Group Discussion (FGD) sejak 12 April 2026 dengan melibatkan para ahli. Materi yang telah disusun akan ditinjau ulang pada Juni sebelum dimasukkan ke dalam sistem aplikasi pada pertengahan bulan yang sama.
“Jadi kami sudah melakukan digitalisasi hampir semuanya. Ini penting agar MTQ berjalan lebih tertib, profesional, dan transparan,” tegasnya.
Untuk mendukung pelaksanaan MTQ, Kementerian Agama menyiapkan tujuh pengawas, 40 panitia nasional, 152 Dewan Hakim, dan 24 panitera. Seluruh kebutuhan akomodasi telah disiapkan di Hotel Grand Candi, Semarang.
Transportasi Kafilah
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin mengatakan, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah telah menyiapkan skema penyambutan bagi kafilah dari seluruh provinsi yang akan datang ke Semarang. Menurutnya, akses transportasi udara menjadi perhatian utama karena keterbatasan rute penerbangan pascapandemi COVID-19.
“Bandara yang paling memungkinkan digunakan adalah Ahmad Yani dan Solo. Karena kalau bandara baru Jogja jaraknya terlalu jauh, bisa sampai tiga sampai empat jam perjalanan darat,” ujar Taj Yasin.
Ia menyebut, pintu masuk utama bagi peserta adalah Bandara Jenderal Ahmad Yani Semarang dan Bandara Adi Soemarmo Solo. Sementara itu, peserta dari DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Jawa Timur juga dapat memanfaatkan jalur kereta api maupun jalur darat.
Menurut Taj Yasin, sebagian besar peserta diperkirakan memilih jalur darat. Namun, keterbatasan rute penerbangan dari wilayah timur seperti NTB, NTT, Makassar, dan Banjarmasin tetap menjadi perhatian.
“Ini menjadi perhatian kami karena rute penerbangan ke Jawa Tengah, terutama dari wilayah timur seperti NTB, NTT, Makassar, dan Banjarmasin masih terbatas. Maka kami meminta dukungan agar ada penambahan rute penerbangan selama MTQ berlangsung,” katanya.
Pemprov Jawa Tengah, lanjut Taj Yasin, telah menugaskan Dinas Perhubungan berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan agar maskapai seperti Lion Air, Garuda Indonesia, dan maskapai lain menambah frekuensi penerbangan selama MTQ berlangsung.
“Dengan begitu biaya transportasi bisa lebih ringan dan peserta dari seluruh provinsi dapat hadir lebih maksimal. Slogan kami adalah sukses pelaksanaan dan sukses prestasi,” ujarnya.
UMKM dan Budaya Lokal Ikut Disiapkan
Selain transportasi, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga menyiapkan berbagai kegiatan pendukung untuk menyemarakkan MTQ sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat. Kegiatan tersebut meliputi kirab kafilah, festival rebana, festival kaligrafi, bursa kerja, hingga pameran UMKM.
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga akan mengangkat budaya lokal melalui Dugderan, tradisi khas Kota Semarang menjelang Ramadan, sebagai bagian dari rangkaian kegiatan MTQ.
“Kami akan melaksanakan Dugderan kecil di kawasan Kauman, depan Masjid Kauman dan Pasar Johar. Ini akan menjadi pengungkit ekonomi masyarakat seperti halnya Dugderan saat Ramadan,” kata Taj Yasin.
Selama pelaksanaan MTQ, Jalan Pahlawan di depan Kantor Gubernur Jawa Tengah juga akan ditutup untuk mendukung aktivitas masyarakat, festival, dan pameran UMKM.
“Dengan kemeriahan MTQ kami berharap ada dampak nyata terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat, khususnya pelaku UMKM,” tambahnya.
Publikasi dan Identitas MTQ Disiapkan
Untuk mendukung publikasi, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah telah memulai penjaringan logo, maskot, dan tema MTQ Nasional ke-XXXI melalui sayembara yang melibatkan masyarakat.
Taj Yasin mengatakan, proses tersebut telah dilaporkan kepada Kementerian Agama dan sebagian besar telah memperoleh persetujuan. Saat ini, proses tinggal menyelesaikan tema utama.
“Mulai Mei dan Juni ini proses publikasi sudah berjalan, dan pada Juni hingga September seluruh persiapan identitas MTQ sudah siap,” jelasnya.
Kemenko PMK Siapkan Pendampingan Lintas Sektor
Deputi Bidang Koordinasi Penguatan Karakter dan Jati Diri Bangsa Kemenko PMK Warsito menegaskan, pihaknya akan terus melakukan pendampingan lintas sektor agar seluruh persiapan berjalan optimal.
“Kami akan membuat matriks kesiapan sebagai daftar periksa bersama, mulai dari anggaran, venue, transportasi, logistik, pembukaan, penutupan, hingga publikasi dan komunikasi bersama Kominfo, RRI, TVRI, dan lembaga terkait lainnya,” ujar Warsito.
Ia menegaskan, koordinasi lintas kementerian dan lembaga menjadi kunci utama agar MTQ Nasional ke-XXXI di Semarang berjalan sukses, tertib, dan memberi dampak luas bagi masyarakat.
Msk/Mr
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…



