Semarang, Bimas Islam — Sebanyak 71 unit kendaraan operasional dikerahkan untuk mendukung mobilitas selama pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional XXXI Tahun 2026 di Jawa Tengah. Armada tersebut digunakan untuk menunjang pergerakan dewan hakim, pengawas, panitia, kafilah, dan unsur pendukung lainnya selama 10 hari penyelenggaraan MTQ Nasional.
Ketua Bidang Transportasi MTQ Nasional XXXI Wahyu Wibowo mengatakan, transportasi menjadi salah satu bagian penting dalam mendukung kelancaran seluruh rangkaian kegiatan. Mobilitas yang teratur diperlukan karena penyelenggaraan MTQ melibatkan banyak unsur yang harus bergerak dari satu lokasi ke lokasi lain sesuai jadwal.
"Transportasi menjadi salah satu bagian penting dalam mendukung kelancaran pelaksanaan MTQ Nasional XXXI. Selama 10 hari pelaksanaan, mobilitas peserta, dewan hakim, panitia, dan unsur pendukung harus dipastikan berjalan dengan baik dan tepat waktu," ujarnya di Semarang, Jumat (18/9/2026).
Sebanyak 71 kendaraan tersebut terdiri atas berbagai jenis dan kapasitas yang disesuaikan dengan kebutuhan operasional. Wahyu menjelaskan, armada tidak hanya digunakan untuk satu kebutuhan, tetapi didistribusikan kepada berbagai unsur penyelenggara sesuai tugas dan kebutuhan mobilitas masing-masing.
"Kami menyiapkan 71 unit kendaraan dengan berbagai jenis dan kapasitas untuk memenuhi kebutuhan mobilitas selama MTQ Nasional. Armada ini kami distribusikan sesuai dengan kebutuhan masing-masing bidang dan unsur yang terlibat dalam penyelenggaraan," jelasnya.
Hal itu sejalan dengan arahan Menteri Agama Nasaruddin Umar bahwa nilai-nilai Al-Qur’an perlu tercermin dalam sikap dan perilaku, termasuk dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab. Menurut Menag, pengamalan nilai Al-Qur’an antara lain diwujudkan melalui sikap amanah, kedisiplinan, profesionalisme, dan pelayanan yang baik.
Dukungan transportasi antara lain diberikan kepada Dewan Hakim dan anggota Dewan Hakim pada setiap majelis. Armada juga disiapkan untuk panitera dan panitia pusat pada setiap majelis serta panitia pusat per bidang.
Selain itu, Pimpinan Dewan Hakim, Pimpinan Panitia, dan Panitia Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah mendapat dukungan kendaraan operasional. Armada juga digunakan untuk mendukung mobilitas Pengawas Dewan Hakim, Pengawas Eksternal, Tim Kode Etik, Kafilah Provinsi Jawa Tengah, Tim IT Panitia Pusat, serta pendamping majelis panitia Kanwil Jawa Tengah.
Pengaturan transportasi tersebut menjadi penting karena MTQ Nasional XXXI berlangsung dengan rangkaian kegiatan yang padat selama 10 hari. Ketepatan waktu mobilitas diperlukan, terutama bagi unsur yang memiliki tugas langsung di arena perlombaan.
"Kesuksesan MTQ bukan hanya terlihat dari pelaksanaan perlombaan di arena. Di belakangnya ada banyak unsur yang harus bergerak bersama, termasuk transportasi. Karena itu, kami berupaya memastikan kendaraan selalu siap dan mobilitas seluruh pihak dapat berjalan lancar selama kegiatan," katanya.
Kesiapan armada juga menjadi bagian dari pelayanan kepada peserta dan seluruh unsur yang terlibat. Ketersediaan kendaraan sesuai kebutuhan membantu mengatur pergerakan dari tempat akomodasi menuju arena perlombaan maupun lokasi kegiatan lainnya.
Menurut Wahyu, pengelolaan transportasi tidak hanya berkaitan dengan penyediaan kendaraan. Koordinasi di lapangan juga diperlukan agar setiap armada dapat digunakan secara efektif dan menyesuaikan kebutuhan selama kegiatan berlangsung.
"Kami terus melakukan koordinasi dan evaluasi di lapangan. Jika ada kebutuhan atau kendala terkait mobilitas, akan segera kami tindak lanjuti agar tidak mengganggu rangkaian kegiatan MTQ Nasional," pungkasnya.
Kesiapan 71 armada tersebut menjadi salah satu bagian dari dukungan di balik penyelenggaraan MTQ Nasional XXXI. Dengan mobilitas yang terkoordinasi, seluruh unsur penyelenggara dapat menjalankan tugas dan rangkaian kegiatan selama 10 hari sesuai jadwal.
Mwr/Mr
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Lantik Pejabat Eselon II Ditjen Pesantren, Menag: Perhatikan Masa Depan Santri dan 42 Ribu Pesantren
Jakarta, Bimas Islam --- Menteri Agama Nasaruddin Umar hari ini melantik lima pejabat eselon II Direktorat Jenderal Pesantren Kementerian Agama. Pelantikan…



