Jakarta, bimasislam—Kegiatan ibadah rutin agama Islam pada pelaksanaan Jambore Nasional ternyata sudah menjadi tradisi. Hal ini tergambar dari pelaksanaan simulasi Jambore Nasional X tahun 2016 pada 19-23 Juli yang lalu di Bumi Perkemahan Pramuka Cibubur Jakarta Timur. Kegiatan ibadah shalat berjamaah, kultum dan bimbingan keagamaan telah menjadi agenda rutin disetiap pelaksanaan Jambore Nasional sejak tahun 1973. Termasuk kebiasaan berdoa disetiap memulai kegiatan. Semangat spiritual selalu mewarnai Pelaksanaan Jambore Nasional.
Simulasi Jambore Nasional atau yang dikenal dengan Pra Jamnas merupakan uji kerja terhadap persiapan pelaksanaan jambore nasional. Pra Jamnas akan dapat memberikan evaluasi terhadap kinerja panitia dan sejauh mana tingkat persiapan penyelenggaraan Jamnas. Simulasi kali ini merupakan persiapan untuk pelaksanaan Jambore Nasional X yang akan diadakan pada tanggal 14-21 Agustus 2016.
Shalat berjamaah ternyata telah membina dan menumbuhkan tali persaudaraan para anggota Pramuka. Sikap saling peduli dan menyayangi telah menjadi jiwa pramuka. Shalat berjamaah juga mengajarkan persamaan pada sesama anggota Pramuka. Tidak ada perbedaan antara profesi dan jabatan atau kepangkatan kepramukaan. Semuanya sama dimata Allah. Begitu juga dengan budaya sharing ilmu atau berbagi pengalaman dalam momen kultum setelah shalat shubuh berjamaah. Ini sudah menjadi kebutuhan Pramuka. Hal ini disampaikan Joko Mursito, panitia yang bertanggung jawab terhadap bidang perkemahan Jambore Nasional X.
Laki-laki yang juga dosen Universitas Indonesia ini sangat konsen terhadap kegiatan keagamaan Islam di Jamnas. “Termasuk untuk pelaksanaan ibadah Shalat Jum’at bagi sekitar 12.000 peserta muslim laki-laki, kami juga atur sedemikian rupa” tegas Joko. Jamnas direncanakan akan diikuti 25.000 peserta dari seluruh Indonesia dan diperkirakan lebih dari 85 % adalah muslim.
Pentingnya program rohani agama Islam pada Jambore sebagai implementasi dalam pencapaian tujuan Pramuka. Yaitu mewujudkan insan Pramuka yang bertakwa kepada Allah Subhanawataala. Disamping itu pelaksanaan shalat shubuh berjamaah juga semakin meningkatkan kualitas koordinasi antara panitia dengan peserta. Dimana dengan adanya shalat shubuh berjamaah, membangun sistem koordinasi yang baik antar panitia dengan panitia, panitia dengan peserta maupun peserta dengan peserta. Peserta menjadi lebih disiplin dan terkoordinir dalam mengikuti kegiatan selanjutnya.
(lady/bimasislam)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…



