Jakarta, bimasislam— Sebagai respon atas fenomena gerakan keagamaan global Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) dengan cara-cara kekerasan dan teror untuk mendirikan apa yang disebut dengan Daulah Islamiyah, Menteri Agama, Lukman Hakim Saefuddin, akan menggelar pertemuan dengan para pimpinan Ormas Islam pada tanggal 9 Agustus 2014 di Jakarta. Kegiatan tersebut rencananya akan dihadiri oleh Kapolri, Kepala BNPT, Ketum MUI, Ketum PBNU, dan Ketua PP Muhammadiyah. Demikian disampaikan oleh Sekretaris Ditjen Bimas Islam, Prof. Dr. Muhammadiyah Amin, M. Ag, di kantornya kemarin (6/8).
Lebih lanjut Muhammadiyah Amin menegaskan bahwa Menag sangat konsen terhadap isu ini karena dapat membahayakan keutuhan NKRI dan model Islam Indonesia yang toleran terhadap berbagai perbedaan. “ISIS itu membawa ideologi kekerasan yang bertentangan dengan nilai-nilai Islam, apalagi bertujuan untuk mendirikan Khilafah Islamiyah global yang bertentangan dengan Pancasila”, tegasnya menirukan pesan Menag.
Menurutnya, pertemuan yang akan digelar di Auditorium Gedung Kemenag, Jl. MH. Thamrin 6 Jakarta akan dihadiri oleh seluruh perwakilan Ormas Islam, seperti MUI, NU, Muhammadiyah, Persis, Al-Washliyah, DMI, dan lain-lain. Selain itu juga akan mengundang seluruh Kepala Kanwil Kemenag se-Indonesia.
Target yang diharapkan dari pertemuan tersebut adalah adanya “pemahaman dan sikap bersama” dalam menyikapi potensi ancaman bahaya ISIS dan langkah-langkah untuk mengantisipasinya. Dalam menyikapi isu ISIS, seluruh umat Islam Indonesia dan ormas Islam harus selalu mengedepankan semangat ukhuwah islamiyah dan kerukunan nasional. Umat Islam dan segenap kekuatan bangsa tidak boleh terpecah-belah dan terjebak dalam strategi adu-domba yang dapat merugikan kepentingan umat yang lebih besar, tutupnya.
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…



