Semarang, bimasislam-- Dalam rangka untuk meningkatkan kualitas operator SIMKAH se-Indonesia, FKOSI mengadakan Silaturrahmi Nasional II yang diselenggarakan di Islamic Center Manyaran, Semarang. Kegiatan yang diikuti oleh sekitar 500 peserta dari operator SIMKAH seluruh nusantara ini mengusung tema meningkatkan pelayanan berbasis IT. Dalam sambutannya, ketua panitia nasional, Agus Suryo, mengatakan bahwa peserta yang hadir diluar perkiraan. Awalnya, calon peserta yang akan hadi sekitar 300 orang, kemudian bertambah menjadi 350 orang, tambah lagi menjadi 400 orang, dan terakhir sekitar 500 orang. "Antusiasme peserta dari operator SIMKAH seluruh Indoensia dengan bermodalkan dana sendiri, membuat saya terharu. Dibandingkan Silatnas I di Cipanas Jabar yang hadir sekitar 350 orang, kini sekitar 500 orang. Apalagi mereka datang dengan swadaya, yang didukung dengan Bank Mandiri, alias dana pribadi", tegasnya.
Kegiatan ini berlangsung pada tanggal 5-6 April 2014 dengan agenda utama melakukan konsolidasi anggota dan Bimtek Nasional yang dipelopori oleh master SIMKAH, Aries Setiawan. Pembukaan acara dilaksanakan di ruang audotorium Islamic Center, Manyaran, Semarang oleh Kabag Perencanaan dan Sistem Informasi Ditjen Bmas Islam, H. Alatief, MM. Dalam pengarahannya, Alatief menyampaikan rasa bangganya dengN banyaknya peserta Silatnas ini yang datang tanpa dibiayai negara. "Ke depan, tolong Silatnas yang akan datang diagendakan dengan baik, kemudian komunikasikan dengan kami sehingga seluruh peserta dapat dicover dengan dana APBN. Secara anggaran hal ini memungkinkan, sehingga kepentingan mengembangkan SIMBI, khususnya SIMKAH dapat dilaksanakan dengan baik", ungkapnya.
Dalam pantauan Bimas Islam, Silatnas II ini juga dijadikan ajang meningkatkan kemampuan operator dengan Bimtek Nasional melalui kelas-kelas sesuai kemampuan masing-masing oleh yang diampu oleh master SIMKAH, Aries Setiawan bersama dengan Tim Remoter Nasional yang dibentuk oleh Dewan Pleno Pengurus Nasional FK-OSI. Sebelumnya juga diperkenalkan aplikasi lain, yaitu SIMAS (Sistem Informasi Masjid) oleh Luwi Darmawan dan Fahri Affan dari Direktorat Urusan Agama Islam dan Binsyar, dan SIWAK (Sistem Informasi Masjid) oleh Agus Trianto dan AM. Mu'ti Shafieq dari Direktorat Pemberdayaan Wakaf.(bieb/foto:bimasislam)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…



