Pandegelang, bimasislam—Tak ada rotan akar pun jadi, begitu kira-kira kalimat yang tepat untuk mengambarkan kondisi Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Saketi, Kabupaten Pandegelang, Banten. Ditengah serba keterbatasan, layanan prima tetap menjadi prioritas demi mewujudkan 5 nilai budaya kerja; integritas, profesionalitas, inovasi, tanggung jawab dan teladan.
Tidak penting atap berlubang, dinding hampir roboh dan ruangan pengap, masyarakat tetap harus dipastikan mendapat pelayanan yang memadai. Semangat pengabdian tampaknya sudah terpatri disetiap dada pegawai KUA Saketi, bagaimana tidak, di dalam kantor yang sangat sangat sederhana mereka tetap bekerja dengan penuh senyum serta dedikasi yang tidak perlu diragukan.
Senyum merekah serta harapan akan adanya perbaikan sarana prasarana seolah tergambar jelas diwajah setiap pegawai kantor KUA Saketi. Pemandangan itu terlihat saat0reporter bimasislam berkesempatan mengunjungi kantor yang disebut-sebut sebagai ujung tombak kementerian agamadalam melayani masyarakat, lokasinya berada di jalan utama menuju wisata pantai Labuhan, Banten.
Wajar saja, sudah bertahun-tahun mereka bekerja ditengah keterbatasan, mereka berharap ada perbaikan sarana prasarana, baik gedung maupun penunjang kerja yang lain. Meski demikian, kepala KUA, Kosim Setiawan memastikan, seluruh pelayanan masyarakat berjalan dengan baik.
“Alhamdulillah, meski kondisinya memprihatinkan, kami tetap bekerja dengan penuh semangat, kami tidak mengurangi pelayanan”, ungkap Kosim kepada bimasislam (6/12).
Kala Musim Hujan Datang
Musim hujan mungkin sangat ditunggu sebagian besar masyarakat Indonesia, tak terkecuali wagra Saketi, namun hal itu justeru menjadi pertanda buruk bagi karyawan KUA Saketi. Hujan datang, berarti mereka akan bekerja dalam kondisi becek dan penuh dengan rembesan air baik dari lantai maupun diding.
Lalu bagaimana kala hujan datang? Kosim Setiawan, sekal lagi memastikan karyawan tetap berada di Kantor meski harus menghindari air yang jatuh dari atap yang bocor. “Meski hujan tetap di kantor, kami mencari tempat yang tidak bocor, kami ngeriung kadang disudut ruangan”, ujar Kosim lirih.
Kosim pun berharap, segera ada perbaikan sarana prasarana, terutama gedung KUA yang memang sudah memprihatinkan. Harapan Kosim kini mulai ada titik terang setelah ada kunjungan dari pejabat Kementerian Agama Pusat, yaitu Kepala Sub-Direktorat (Kasubdit) Kepenghuluan, Anwar Saadi.
Anwar Saadi menegaskan, pihaknya akan berjuang keras mengusulkan agar KUA Saketi masuk pada program prioritas. “ini sudah tidak layak pak, harus segera di bangun ulang, minimal di rehab berat, pejabat pusat pasti akan menangis melihat seperti ini, saya akan perjuangkan melalui anggaran 2016”, tegasnya.
Meski kondisi yang serba memprihatinkan, KUA Saketi tetap menjalankan fungsi utama, bahkan pengajian rutin bersama Muspika Kec. Saketi tidak pernah absen dilakukan setiap bulan. “kami bahkan tetap mengelar pengajian rutin yang diikuti oleh seluruh Muspika, gelar aja tikar disini”, ujar Kosim yang asal periangan ini. (syam/foto:bimasislam)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…



