Denpasar, bimasislam— Hari Kamis (20/8) Direktorat Penerangan Agama Islam menyelenggarakan "Workshop Pengembangan Program Penerangan Agama Islam Tahun 2015 di Provinsi Bali". Kegiatan yang berlangsung hingga Sabtu (22/8) itu dibuka secara resmi oleh Sekretaris Ditjen Bimas Islam, Muhammadiyah Amin.
Dalam sambutannya, Sekretaris menjelaskan bahwa perangkat elektronik berupa gadget sudah menjadi tren keseharian masyarakat kita. Di mana-mana, di perjalanan pergi atau pulang dari kantor misalnya, kita melihat hampir setiap orang sibuk dengan gadget-nya masing-masing dan tak saling menyapa satu sama lain. Kenyataan itu, imbuhnya, menjadi indikator begitu pentingnya
Teknologi Informasi bagi masyarakat.
Karena itu, memanfaatkan Teknologi Informasi dalam mendukung kinerja kita menjadi alternatif yang strategis, terutama dengan membuat Sistem Informasi Bimas Islam. Dengannya diharapkan segala info soal Bimas Islam bisa diakses dengan mudah oleh masyarakat. Di sinilah Sistem Informasi Bimas Islam memiliki peran penting bagi pencitraan Bimas Islam sendiri. "Kalau mau pencitraan yang baik Bimas Islam, maka manfaatkan Sistem Informasi Bimas Islam, termasuk SIMPENAIS", tegas Mantan Rektor IAIN Gorontalo ini.
Seakan mendukung Pimpinannya, Ketua Panitia Workshop sekaligus Kasubbag TU Ditpenais, Dasma, menyampaikan bahwa tujuan dari kegiatan Workshop ini memang untuk membangun citra positif Bimas Islam. Setidaknya, lanjut Dasma, akan terlahir beberapa Administrator yang mumpuni di setiap Provinsi untuk mengaplikasikan Sistem Informasi Manajemen Penais (SIMPENAIS). Bila SIMPENAIS ini berjalan maksimal, niscaya pendataan pun akan maksimal dan citra positif Bimas Islam pun akan terbangun dengan sendirinya. (Edijun/ilustrasi).
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…



