Magelang, bimassislam--Maraknya kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) patut mendapat perhatian dari semua pihak. Apalagi dengan rendahnya kesadaran masyarakat melaporkan karena dianggap bukan masalah sosial, menambah kompleksitas KDRT. Karena itulah, pencegahan bahaya KDRT perlu disosialisasikan oleh semua pihak.
Hal ini pulalah yang mendasari Pemerintah Kabupaten Magelang giat mensosialisasikan bahaya KDRT, termasuk melalui peran penyuluh agama Islam. Saat ini telah dibentuk Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P2TP2A). Adalah Azizah Herawati , S.Ag, penyuluh agama Islam Kecamatan Srumbung, satua diantara sosok yang terlibat aktif mensosialisasikan bahaya KDRT.
Kepada bimasislam, Herawati berkisah tentang fenomena yang yang kerap ia jumpai di sela-sela penyuluhan agama di wilayahnya. Ada banyak kejadian KDRT yang itu menimpa anggota keluarga. Dampaknya, tak jarang menimbulkan kerugian dan bahkan rusaknya kehidupan rumah tangga. Karena itulah, ia tergerak untuk melakukan pencegahan. Bak gayung bersambut, Pemkab Magelang juga memiliki program sosialisasi bahaya KDRT. Dari sanalah Azizah kemudian bergabung.
“Kami tim dari P2TP2A Kabupaten Magelang secara rutin mngadakan sosialisasi, pendampingan, konseling dan advokasi kekerasan berbasis gender dan anak. Alhamdulillah kegiatan ini mendapat dukungan dari segenap pihak.
Azizah menambahkan, kegiatan ini melibatkan banyak pihak, diantaranya kader PKK , kades dan perangkat, tokoh agama dan tokoh masyarakat. Terdapat 6 desa yang menjadi wilayah kerjanya diantaranya Desa Jebengsari, Menoreh, Ngadirejo, Banjarsari, Genito, dan Bulurejo. Pada setiap desa, kegiatan ini diikuti sebanyak 50 peserta.
Di tempat yang sama, Dani Saputri,SH seorang advokasi dari Lembaga Advokasi Bumi Kabupaten Magelang, merespon baik peran penyuluh agama Islam dalam program ini. Menurutnya sudah saatnya tokoh agama turun membantu pemerintah mensosialisasikan bahaya KDRT. Selain memiliki hubungan yang kuat dengan masyarakat, tokoh agama juga memiliki kecakapan dalam membahasakan agama sebagai nilai yang dihayati dan diamalkan.
“Kami bersama-sama penyuluh memotivasi masyarakat untuk sadar akan bahaya KDRT. Kita edukasi agar masyarakat peduli dengan apa yang terjaid di sekitarnya, minimal berani melapor jika terjadi KDRT. Dan ini membutuhkan peran penting penyuluh agama Islam,” ujarnya.
(Alatief-Jaja Zarkasyi/foto:bimasislam)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…



