Bandung, bimaislam— Stand Kementerian Agama termasuk dalam jajaran stand paling sibuk dalam pameran Festival Hari Anti Korupsi yang digelar di Bandung, Jawa Barat, 11-12 Desember 2015. Stand yang melibatkan satker dari unit eselon I di Kemenag itu dikunjungi ratusan pengunjung yang memadati gedung Sasana Budaya Ganesha, Jalan Taman Sari Nomor 73, Bandung, sejak pagi hingga malam hari.
Para pengunjung nampak antusias memadati stand Kemenag, pasalnya, selain memberikan bingkisan menarik berupa buku, payung, stiker, kaos, dan lain-lain secara gratis, stand Kemenag juga memberikan layanan konsultasi agama. Konsultasi umumnya berkaitan dengan nikah dan urusan haji.
Sekretaris Ditjen Bimas Islam, Muhammadiyah Amin, mengatakan kepada bimasislam bahwa partisipasi Kementerian Agama termasuk Bimas Islam dalam festival peringatan Hari Anti Korupsi itu adalah wujud komitmen Ditjen Bimas Islam untuk berperan dalam pemberantasan korupsi di Indonesia. “Ditjen Bimas Islam berkomitmen untuk memujudkan tata pemerintahan yang baik, yang transparan, akuntabel, dan bebas korupsi,” katanya.
Selain menyediakan buku keagamaan, yang paling diburu oleh pengunjung adalah Kitab Suci al-Quran. Untuk menghindari kegaduhan karena para pengunjung berebut menginginkan al-Quran, kitab suci itu diberikan melalui kuis, baik kuis sambung ayat maupun pengetahuan agama. Selain itu, Stand Kemenag juga memberikan kitab suci dan buku keagamaan bagi umat non Muslim. (sigit/bimasislam)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…



