Jakarta, bimasislam-- Tidak bisa dipungkiri, disetiap kompetisi selalu ada aura persiangan, begitu juga di arena Seleksi Tilawatil Qur'an (STQ) Nasional XXIII kali ini. Bagaimana tidak, mereka para Qari/Qariah tersohor dan penghafal al-Qur'an terbaik disetiap daerah dikerahkan untuk menjadi yang terbaik. Apakah mereka semata-mata mencari gelar juara? atau apa yang dicari?
Kepada bimasialam, Kepala Seksi Penerangan Agama Islam, Kanwil Kemenag Prov. Bali sekaligus Ketua Kafilah, Mahmudi mengungkapkan, gelar juara tidaklah segala-galanya. Bagi kafilahnya ada manfaat besar di setiap gelaran STQ maupun MTQ selain persoalan juara. "Menjadi juara itu perlu sebagai bukti keseriusan, tapi ada hikmah dibalik event multi talen seputar Al-Qur'an ini yaitu terjalinnya silaturahim juga ajang untuk perkuat ukhuwah Islamiyah", ungkapnya.
Selain itu, Mahmudi juga menegaskan, Syiar Islam menjadi tujuan diadakannya STQ, oleh karena itu dia berharap kemeriahan STQ perlu terus ditibgkatkan. "Tujuan utama STQ kan syiar Islam, saya berharap setiap event STQ haruslah meriah agar dapat diambil manfaatnya oleh masyarakat luas", tegas pria murah senyum ini.
Bali Siap Jadi Tuan Rumah STQ/MTQ
Bali dikenal akan lokasi wisatanya yang mendunia, juga keramahan warganya, selain itu syiar Islam di pulau dewata dirasa masih minim. Ketiga hal itu diyakini cukup menjadi alasan kedepan STQ cocok diselenggarakan disana
Disinggung soal kesiapan Prov. Bali.sebagai tuan rumah.STQ, Mahmudi menjawab diplomatis dengan mengatakan siap tapi dengam catatan. "Kami sami'na wa ata'na sama yang di Pusat, Bali siap dengan syarat kami tidak dibebani biaya secara keseluruhan", terangnya. (syamsuddin/foto:bimasislam)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…



