Denpasar, bimisislam—Kantor Urusan Agama (KUA) Denpasar Timur akhirnya mendapatkan momen istimewa. Setelah perjalanan panjang renovasi fisik selama tiga bulan dan penataan manajemen dengan bantuan Surat Berharga Syari’ah Negara (SBSN), KUA yang dulu dianggap kurang layak itu sekarang sudah tampil cantik dan siap melayani secara prima. Hari Sabtu (8/4) pagi kemarin, Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin, berkenan meresmikannya.
Peresmian KUA Kecamatan Denpasar Timur ditandai dengan penandatanganan Prasasti oleh Menteri Agama dan dilanjutkan dengan peninjauan gedung. “Dengan pembenahan KUA lewat bantuan SBSN, Kementerian Agama ingin mewujudkan pelayanan yang lebih dekat kepada masyarakat”, demikian penegasan Lukman dalam sambutannya. Hal itu sejalan dengan tema ‘Bersih Melayani’ dan motto ‘Lebih Dekat Melayani Umat’ yang dicanangkannya saat peringatan ulang tahun Kementerian Agama awal tahun 2017.
KUA memiliki peran strategis melayani umat sehingga mampu menciptakan umat yang semakin berkualitas. Tentunya, dengan cara memberdayakan pemanfaatan KUA semaksimal mungkin sebagaimana fungsinya, imbuh Alumni Pondok Pesantren Gontor Ponorogo ini. Dari sekian banyak fungsi KUA, dua fungsi paling utama yaitu Manasik Haji dan Nikah. Dua fungsi tersebut memliki tantangan yang tidak sederhana.
Penyelenggaraan haji menjadi agenda besar tahunan yag dihadapi oleh Kementerian Agama. Di sini KUA sangat berperan penting untuk memberikan pemahaman yang baik tentang ibadah Haji kepada masyarakat, sehingga mampu menggapai predikat Haji Mabrur. Baginya, esensi haji mabrur tidak hanya dalam peningkatan kualitas ibadah kepada Allah melainkan juga memiliki fungsi sosial, atau yang dikenal dengan istilah “kesalehan sosial”. Agama hadir tidak hanya untuk Tuhan saja, tetapi untuk manusia pula, ingat Menag.
Soal pernikahan juga memiliki tantangan tersendiri. Belakangan ini, menurut Lukman, masyarakat menganggap biasa saja peristiwa perikahan dan tidak lagi sakral. Akibatnya, kawin dan cerai menjadi hal yang lumrah bagi mereka. Angka perceraian masih cukup tiinggi, ini menjadi keprihatinan kita bersama. Perlu penanaman pemahaman yang baik tentang nikah sejak fase persiapan, dengan harapan tingkat perceraian semakin menurun, ujarnya.
Sebagai tuan rumah, Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Bali, I Nyoman Lastra, memberikan sambutan selamat datang dan menyampaikan laporan atas penyelenggaraan bantuan SBSN bagi KUA di Bali. “Semoga dengan momen ini mampu memberikan semangat kepada Kepala KUA dan pegawainya untuk memberikan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat”, harapnya di hadapan para hadirin. Selain Menteri Agama, hadir pula Direktur
Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syari’ah, Thamrin, Wakil Wali Kota Denpasar, Rektor IHDN Denpasar, dan beberapa pejabat Eselon Tiga dan Empat pada Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bali. Tidak kalah menariknya, acara tersebut dihadiri pula oleh seluruh Kepala KUA dari 39 Kecamatan di Provinsi Bali.
Gedung KUA yang beralamat di Jalan Tegal Harum No. 8 Kampung Biaung, Denpasar Timur ini dibangun di atas tanah seluas 400 meter persegi, memiliki areal parkir yang cukup luas, kurang lebih 1/3 dari panjang kali lebar tanah yang ada. Ada pendopo kecil berarsitektur Bali yang sangat menarik persis pintu masuk sebelah kirinya. Proses renovasi bantuan SBSN berjalan selama tiga bulan, selesai dan difungsikan kembali pada tanggal 28 Desember 2016 lalu.
Gedung baru ini ditata sefungsional mungkin. Di bagian depan sebelah kiri ada ruangan respsionis beserta ruang tamu lengkap dengan kursinya untuk menunggu. Selain itu, juga ada sebuah ruang kecil yang dirancang untuk tempat bermain anak-anak, yang saat dikunjungi memang belum dilengkapi dengan wahana bermainnya. Di belakang resepsionis, ada ruangan Kepala KUA. Di samping kanan sebelahnya, dibatasi jalan lorong, ada Balai Nikah yang cukup panjang dan didesain layaknya ruang pertemuan.
Di bagian tengah, ada ruangan administrasi, sedangkan sebelah kirinya terdapat ruangan khusus komputer untuk pengoperasian Sistem Informasi dan Aplikasi Kementerian Agama, baik itu Sistem Informasi Manajemen Pernikahan (SIMKAH), Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) dan sejenisnya. Bagian belakang tengah ada ruangan Penghulu, sedangkan sebelah kanannya ada Toilet dan Musholla yang diatur terbuka yang bisa diakses dari samping gedung untuk orang luar juga.
Total pegawai yang bekerja di KUA Denpasar Timur ini lima orang. Tiga orang PNS yang berposisi sebagai Kepala KUA, seorang Penghulu dan Pegawai Administrasi, serta dua orang tenaga honorer yang difungsikan sebagai Resepsionis dan Tenaga Administrasi. Kepala KUA dijabat oleh Azizuddin, Alumni UII Yogyakarta yang terlahir di Ibukota Pulau Dewata 10 Juli 1975 ini. Dia dipercaya sejak tahun 2013 dan sempat meraih predikat sebagai “KUA Teladan Provinsi Bali” setahun kemudian.
(Rahmat Hidayat/Edijun)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…



