Cirebon, bimasislam—Puslitbang Kehidupan Keagamaan, Balitbang dan Diklat Kementerian Agama RI mengadakan kegiatan "Sosialisasi Buku Pedoman Penanganan Aliran dan Gerakan Keagamaan Bermasalah di Indonesia" hari Kamis(7/5) ini. Acara yg bertempat di Hotel Apita Kota Cirebon ini berkoordinasi bersama dengan Kemenag Kota Cirebon.
Salah satu narasumber sekaligus penyusun buku ini, Syafii Mufid, dalam presentasinya menegaskan, "Jangan pernah menangani aliran dan gerakan keagamaan bermasalah di Indonesia tanpa mengenali dulu korbannya". Bila tidak, akan jauh panggang dari api. Menurutnya, di antara yang perlu dikenali adalah eksistensinya, sejarahnya (asal-usul), motivasinya, afiliasi politiknya, jaringannya, persebarannya, pokok ajarannya, dan metode dakwah dan rekrutmen anggotanya.
Kata "bermasalah" dalam judul buku ini dianggap lebih tepat mengingat posisi kita pada Kementerian Agama, yang mengayomi tidak hanya satu agama. Selain itu, juga karena tolok-ukur sebuah aliran dan gerakan keagamaan dianggap bermasalah apabila menimbulkan keresahan sosial, urai Peneliti Senior di Puslitbang Kehidupan Keagamaan ini. Ada juga istilah yang sering dipakai "sesat", tapi itu ranahnya Majelis Ulama Indonesia untuk memberikan fatwa.
Dalam kesempatan yang sama, Kabid Aliran Keagamaan, Kustini, menjelaskan alasan kenapa diperlukan sosialisasi buku ini. Menurut Doktor Alumni Universitas Indonesia ini, agar bisa secepatnya dijadikan sebagai pegangan para pelaku yang berkepentingan dalam penanganan aliran dan gerakan keagamaan bermasalah, di antaranya Penyuluh, Da'i, dan Tokoh Agama. Buku ini dianggap final dan diterbitkan pada tahun 2014, setelah dilakukan disuksi dengan para ahli dan Forum Group Discussion (FGD) di beberapa kota dua tahun sebelumnya, jelas Kustini di hadapan 60 orang peserta dari kalangan Penyuluh, Penghulu, Kepala KUA, juga Wartawan di Kota/Kabupaten Cirebon. (edijun/foto:bimasislam)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…



