Bogor, bimasislam— Menteri Agama telah melaunching secara resmi Percetakan Pertama Al-Quran Mushaf Standar Indonesia Tahun 2016, di lokasi Unit Percetakan al-Qur’an (UPQ), Ciawi, Bogor, Jawa Barat, Selasa (25/10).
Pegawai UPQ mengaku bersyukur launching tersebut berjalan dengan lancar dan suskes. “Syukur Alhamdulillah.Perasaan pegawai setelah launching sangat gembira karena semua karyawan sudah lama menunggu pekerjaan sesungguhnya,yakni memproses pencetakan Al-Quran,”ujar Kasubbag Tata Usaha UPQ, Aris Munandar kepada bimasislam, Kamis (27/10).
Sebelumnya, dikatakan Aris, pihaknya sempat merasa khawatir tidak bisa mencetak Al-Quran karena terkendala pengadaan bahan baku dan kesiapan mesin yang sudah dua tahun tidak terpakai. “Kita harus lakukan perbaikan secara maksimal di setiap mesin pendukung pencetakan,” katanya.
Tahun ini, UPQ sendiri tak memasang target yang muluk-muluk. Aris mengatakan saat ini pihaknya menargetkan pencetakan al-Quran sebanyak 35 ribu eksemplar. Akan tetapi seiring dengan penambahan mesin-mesin pendukung, pada tahun 2017 target tersebut akan ditingkatkan.
“Tahun depan target akan dinaikan menjadi 150 ribu eksemplar sesuai dengan penambahan mesin-mesin pendukung.”
Lima unit mesin pendukung yang dimaksud Aris adalah mesin gathering, mesin Jahit benang, CTP, Counter steker dan lem skiblat. “Semua mesin tersebut diadakan melalui lelang pengadaan barang dan jasa yang diproses oleh ULP Kementerian Agama RI,” ujarnya menjelaskan sembari mengatakan bahwa semua mesin tersebut merupakan produk impor.
“Harapan kami setelah mesin-mesin tersebut datang, kita dapat segera memenuhi kebutuhan kitab suci Al-Quran,” katanya. Lebih jauh, ia berharap Kitab Suci al-Qur’an terbitan UPQ memilikikualitas pencetakan yang baik dari sisi mutu maupun muatannya.
Saat ditanya , apakah terdapat kebutuhan pegawai baru setelah didatangkan mesin-mesin baru? Pria kelahiran 30 Juli 1970 itu menjelaskan bahwa saat ini kebutuhan tenaga honorer sudah cukup memadai. Meski begitu, tidak tertutup kemungkinan kebutuhan pegawai akan bertambah pada tahun-tahun mendatang.
“Ditahun berikutnya, karena bertambahnya jumlah eksemplar al-Quran yang dicetak dimungkinkan kami hanya perlu penambahan beberapa tenaga di bagian finishingnya saja, karenadi bagian operasional pencetakan sudah dirasa telah terpenuhi,” pungkasnya.
(Sigit/bimasislam)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…



