Mataram, Bimasislam— Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam (Ditjen Bimas Islam), Kementerian Agama menggelar Sarasehan Penanggulangan Radikalisme Berbasis Agama di Pulau Seribu Masjid, Lombok, Kamis (15/10). Kegiatan yang berlangsung di hotel Lombok Raya, Mataram, itu diikuti oleh 200 peserta yang berasal dari Ormas Islam, aparat keamanan, tokoh agama, penyuluh agama Islam (PNS dan Non PNS), pimpinan Pondok Pesantren dan Forum Mubaligh, dengan menghadirkan pembicara dari Kemenkopolhukam, Badan Intelkam Mabes Polri, BNPT, dan akademisi.
Dalam laporannya, Sekretaris Ditjen Bimas Islam, Muhammadiyah Amin mengatakan bahwa istilah ‘radikalisme’ yang menjadi tema pada sarasehan tersebut bukan dimaksudkan sebagai sikap beragama yang kokoh dan mengakar pada diri seseorang, sebab menurut Amin, sikap keberagamaan yang kuat hingga ke akar-akarnya justru merupakan keharusan di dalam beragama.
“Radikalisme yang kita diskusikan pada kesempatan ini adalah, adanya sebuah keyakinan atau keinginan yang kuat pada sebahagian masyarakat untuk merubah sistem sosial atau politik secara ekstrem dengan didorong oleh doktrin atau tendensi agama sebagaimana yang diyakininya,” katanya menjelaskan.
Oleh karena itu, dikatakan Amin, istilah yang digunakan pada sarasehan tersebut bukanlah ‘Penanggulangan Radikalisme Agama’, akan tetapi ‘Penanggulangan Radikalisme Berbasis Agama’ dimana agama kemudian ditafsirkan sebagai ajaran yang menjustifikasi ekstrimisme, atau memotivasi sikap kekerasan, dalam merubah sistem sosial tanpa mengedepankan dialog dan perdamaian.
“Seakan-akan agama merupakan sumber bagi kekerasan dan perang, padahal sejatinya agama merupakan sumber bagi perdamaian dan kerukunan.” Sambungnya.
Sementara itu Dirjen Bimas Islam, Machasin, dalam sambutannya mengatakan Indonesia layak menjadi contoh tentang kerukunan umat beragama.
“Negara-negara barat kagum kepada Indonesia, betapa Indonesia yang penganut Muslimnya 80 persen tapi bisa menerapan demokrasi. Dibandingkan dengan negara lain, Indonesia ini relatif sepi konflik, kita inilah justru yang pantas sebetulnya menjadi imam bagi dunia Islam,” tegasnya. (sigit/bimasislam)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…



