Palu, bimasislam—Upaya penanggulangan radikalisme berbasis agama terus dilakukan oleh Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam, Kemenag RI. Sebelum telah dilakukan sarasehan bersama dengan para tokoh umat di beberapa provinsi, seperti Yogyakarta, Semarang, NTB, Banten, Jawa Barat. Pada tanggal 7 Desember 2015 di hotel Swissbel, Palu, dilaksanakan kegiatan serupa, yang diikuti oleh 200 orang, perwakilan dari berbagai Ormas Islam.
Dalam kegiatan yang di helat selama satu hari penuh itu terungkap bahwa masalah radikalisme berbasis agama di provinsi Sulawesi Tengah banyak terjadi di Kabupaten Poso. Seperti diungkapkan oleh Kepala Kanwil Kemenag Sulteng, Drs. Zulkifli Taher, M.Pd.I saat memberikan sambutan pembukaan acara tersebut.
“Kami di Kanwil Kemenag Sulteng telah melakukan banyak upaya untuk mencegah paham-paham radikal terus berkembang. Kami juga berkoordinasi intensif dengan Polri, BNPT, untuk memantau situasi. Hanya saja, yang hingga saat ini belum diselesaikan itu kelompok Santoso. Padahal Santoso itu orangnya kurus, kecil, kerempeng. Kenapa hingga saat ini Polri belum berhasil nangkap dia,” tegas mantan Kabid Urais dan Binsyar Kanwil Kemenag Sulteng ini dengan disambut tawa peserta.
Dalam sesi kedua yang menghadirkan pembicara rektor IAIN Palu, Prof. Zainal Abidin, menyampaikan bahwa nilai-nilai Islam nusantara sangat cocok dengan watak keindonesiaan. Dengan keluhuran budaya Islam Indonesia telah membangun karakteristik umat yang toleran, ramah, dan damai. Namun dalam sesi tanya jawab muncul pernyataan bahwa peserta yang hadir secara umum sudah mengerti tentang upaya-upaya penanggulangan radikalisme berbasis agama. Sehingga perlu mendatangkan para kombatan jihadis untuk berbagi informasi agar simpul-simpul terorisme bisa diurai dan ditanggulangi.
“Kegiatan penanggulangan radikalisme berbasis agama seperti ini seharusnya mengundang para kombatan jihad. Mereka itu memiliki pengalaman lapangan. Mereka kita datangkan untuk menyampaikan masa lalunya dan hal-hal apa saja yang perlu diantisipasi. Jadi para peserta mendapatkan wawasan tentang penanggulangan radikalisme berrbasis agama,” tandas wakil dari Majelis Ulama Indonesi (MUI) Sulawesi Tengah ini. (Thobib/foto:bimasislam)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…



