Jakarta, bimasislam-- Masjid Al-Ikhlas yang berada di Kantor Kementerian Agama bekerjasama dengan Yayasan Paguyuban Ikhlas mengadakan pengajian rutin. Dimulai pada jumat petang setelah shalat magrib, saat akhir pekan dimulai. Masyarakat urban biasanya mulai mengatur jadual untuk mengundurkan diri dari rutinitas kerja yang menjemukan. Saatnya mencari ruang berbeda untuk mengembalikan energy-energi yang terkuras oleh aktivitas “duniawi”.
Saat itulah sebuah pengajian degelar di Masjid Al-Ikhlas Kemenag RI Jl. Mh. Thamrion No.6 Jakarta Pusat. Pengajian itu menamakan diri Tanwirul Qulub (Pencerahan Hati), di bawah bimbingan Prof. Dr. Nasaruddin Umar, MA. Hari jumat (14/3) kemarin adalah pertemuan pertama dari jalan panjang pengajian yang rencananya akan berlanjut terus dengan harapan memberikan pencerahan spiritual, baik lewat penjelasan (hushuuliy) maupun penjernihan jiwa (hudhuuriy).
Prof. Nasar mengharapkan konsistensi kehadiran para peserta pengajian. “Peserta tidak harus banyak, yang penting konsisten”, pesan Rektor Institut Perguruan Tinggi Ilmu Al-Qur’an (PTIQ) ini. Himbauan ini tidak sulit dipahami karena keterputusan pengajaran bisa mengakibatkan kesalahpahaman yang akan merugikan peserta sendiri.
Wilayah spriritual memang adalah wilayah entah berantah yang meniscayakan kehadiran pembimbing (mursyid) agar kesalahpahaman, bahkan kesesatan bisa dihindari. Jika ingin akhir pekan kita lebih bermakna spriritual, lebih sekedar refresing sederhana, ada baiknya kita mengikuti pengajian jumat petang ini.
Mulai pekan depan, sebelum pengajian akan terlebih dahulu diadakan tadarus al-Quran hingga masuk waktu magrib. Pertemuan pertama baru membahas abstraksi apa saja yang akan dibahas pada kajian Tanwirul Qulub. Untuk mengantisipasi keterputusan materi pengajian, peserta akan mendapatkan program Talk Fusion, di mana anggota pengajian bisa subscribe dan melihat rekaman videonya, jadi kalau tidak hadir masih bisa mengikuti bahasannya di minggu selanjutnya. Menarik bukan? (syam/foto:bimasislam)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…



