Jakarta, Bimas Islam — Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam (Bimas Islam) Kementerian Agama (Kemenag) akan menggelar dua kegiatan besar bertajuk The Wonder of Harmony di kawasan Masjid Al-Akbar Surabaya. Dua agenda tersebut adalah Sholawat Kebangsaan pada Jumat, 28 November 2025, dan Walk for Harmony pada Minggu, 30 November 2025. Total peserta yang ditargetkan mencapai 40.000 orang dari berbagai elemen masyarakat.
Sholawat Kebangsaan mengusung tema “Mensyukuri Rahmat, Merawat Kerukunan Umat, dan Menebar Kebaikan Zakat dan Wakaf”. Sementara Walk for Harmony bertema “Merawat Kerukunan dan Mensejahterakan Umat”, yang disiapkan sebagai ajang kebersamaan lintas kalangan melalui kegiatan jalan sehat.
Direktur Jenderal Bimas Islam, Abu Rokhmad, mengatakan, dua kegiatan ini memiliki nilai strategis sebagai sarana edukasi publik mengenai zakat dan wakaf. “Kami menargetkan kehadiran hingga 40.000 peserta sebagai bentuk partisipasi luas masyarakat dalam merawat kerukunan. Melalui rangkaian ini, kami ingin memperkuat sinergi antara pemerintah, lembaga zakat, dan masyarakat dalam mengelola zakat dan wakaf secara profesional dan transparan,” ujarnya di Jakarta, Kamis (27/11/2025).
Menurut Abu, kegiatan ini dirancang sebagai momentum reflektif untuk meneguhkan rasa syukur, memperluas kolaborasi antarlembaga, dan membangun kesadaran bahwa kedermawanan umat merupakan fondasi penting bagi kesejahteraan sosial.
Rangkaian The Wonder of Harmony juga diarahkan untuk meningkatkan pemahaman dan literasi zakat-wakaf. Hal ini sejalan dengan amanat Pasal 35 ayat (1) UU Nomor 23 Tahun 2011 tentang pentingnya pembinaan dan pengawasan pengelolaan zakat dan wakaf oleh lembaga terkait seperti BAZNAS, LAZ, dan Badan Wakaf Indonesia (BWI). Partisipasi aktif masyarakat dinilai menjadi pengungkit penting bagi pembangunan sosial dan ekonomi.
Acara ini akan dihadiri sejumlah pemangku kepentingan, antara lain Menteri Agama, Wakil Menteri Agama, Gubernur Jawa Timur, Wali Kota Surabaya, pimpinan BAZNAS dan BWI, pejabat Kemenag, tokoh lintas agama, pelajar MAN se-Jawa Timur, serta komunitas zakat-wakaf tingkat kabupaten dan kota.
Abu menjelaskan, kombinasi antara ritual keagamaan dan kegiatan sosial seperti jalan sehat dapat mempererat interaksi masyarakat serta menumbuhkan kesadaran berbagi. “Keberhasilan acara tidak hanya diukur dari jumlah peserta, tetapi dari meningkatnya pemahaman publik dan tumbuhnya partisipasi nyata dalam menyalurkan ZISWAF secara berkelanjutan,” katanya.
Ia menambahkan bahwa Sholawat Kebangsaan dan Walk for Harmony diharapkan menjadi ruang pertemuan antara spiritualitas, solidaritas sosial, dan semangat kebangsaan. “Harmoni bukan hanya narasi, tetapi praktik keseharian yang dibangun melalui syukur, kepedulian, dan kebersamaan,” ujar Abu.
Fn/Mr



