Kairo, Bimas Islam — Kepala Pusat Literasi Keagamaan Islam (PLKI) Kementerian Agama, Ismail Nur, mengunjungi The Library of Alexandria, Mesir, di sela gelaran Cairo International Book Fair (CIBF), Kairo, Mesir, Selasa (3/2/2026).
Ismail mengatakan, The Library of Alexandria atau Perpustakaan Aleksandria merupakan perpustakaan berskala internasional dengan fasilitas dan layanan yang dapat menjadi contoh kelas dunia.
“Selain merupakan salah satu yang tertua dengan koleksi kepustakaan yang lengkap, perpustakaan ini juga dilengkapi dengan galeri, museum, dan desain arsitektural yang sangat menarik untuk dijadikan contoh dalam pengembangan Pusat Literasi Keagamaan Islam Kementerian Agama ke depan,” ujarnya kepada media.
Sebagai salah satu negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia, Ismail menambahkan, Indonesia harus memiliki pusat literasi keagamaan Islam yang dapat menjadi rujukan, terutama bagi negara-negara mayoritas Muslim.
Terkait itu, lanjutnya, peningkatan kualitas PLKI Bimas Islam Kementerian Agama perlu dilakukan secara menyeluruh, mulai dari aspek manajerial, layanan, fasilitas, promosi, hingga kualitas sumber daya manusia (SDM), dengan mempelajari pengelolaan pusat literasi serupa di luar negeri.
“PLKI sudah punya gedung yang bagus dengan fasilitas yang cukup baik. Meski begitu kami perlu terus belajar untuk membenahi berbagai aspek sehingga PLKI benar-benar siap menjadi salah satu pusat literasi keagamaan di dunia Islam,” katanya.
Gedung PLKI Kementerian Agama yang berlokasi di kawasan Ciawi, Bogor, telah diresmikan oleh Menteri Agama Nasaruddin Umar pada 4 Desember 2024. Selain berfungsi sebagai pusat wisata religi dan edukasi literasi keagamaan Islam, PLKI juga terintegrasi dengan Unit Percetakan Al-Qur’an, yang merupakan pabrik percetakan mushaf Al-Qur’an terbesar di Indonesia. Berbagai fasilitas penunjang juga tersedia, mulai dari galeri hingga ruang teater.
Perpustakaan Aleksandria dikenal sebagai salah satu perpustakaan terbesar di dunia. Perpustakaan tersebut dirancang untuk menampung hingga 8 juta buku, dengan koleksi yang saat ini telah mencapai sekitar 2,6 juta dan terus bertambah.
Fasilitas dan layanan di perpustakaan tertua di dunia ini terbilang lengkap dan modern. Terdapat sekitar 500 unit komputer berbahasa Arab dan Inggris yang dapat digunakan pengunjung untuk menelusuri katalog koleksi. Selain itu, tersedia ruang baca dengan kapasitas hingga 2.000 orang, ruang konferensi, serta pustaka Braille Taha Husein yang diperuntukkan bagi penyandang tunanetra.
Perpustakaan Aleksandria juga dilengkapi dengan pustaka anak, museum manuskrip kuno, lima lembaga riset, serta sejumlah ruang riset yang dapat dimanfaatkan secara gratis. Pada awal pendiriannya, perpustakaan ini difokuskan untuk menghimpun naskah-naskah kuno dari wilayah Mesir dan Mesopotamia. Seiring waktu, perannya berkembang menjadi pusat pengetahuan lintas disiplin.
Saat ini, Perpustakaan Aleksandria menyimpan ribuan manuskrip klasik dari abad ke-10 hingga abad ke-18 Masehi yang mencakup beragam bidang keilmuan. Di antara koleksi penting tersebut terdapat ratusan gulungan papirus yang pada masanya menjadi media utama penyimpanan dan penyebaran informasi.
Mr
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…



