Bogor, Bimas Islam — Muharam Islamic Literacy Festival (Milfest) Kementerian Agama 2026 mencatat capaian positif selama empat hari penyelenggaraan di Unit Percetakan Al-Qur'an (UPQ) Kementerian Agama, Ciawi, Bogor. Festival ini menarik 2.568 pengunjung, diikuti 2.415 peserta wisata literasi, serta menghasilkan estimasi perputaran ekonomi sekitar Rp234 juta dari aktivitas 45 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Penasihat Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Agama, Helmi Nasaruddin Umar, mengatakan Milfest tidak hanya menjadi ajang pameran buku dan bazar UMKM, tetapi juga ruang yang mempertemukan literasi, edukasi, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Hal tersebut disampaikannya saat menutup Milfest 2026 di Bogor, Minggu (2/8/2026).
"Literasi harus berjalan seiring dengan inovasi dan kemandirian ekonomi agar mampu melahirkan masyarakat yang cerdas, produktif, dan berdaya saing," ujar Helmi.
Menurutnya, penyelenggaraan Milfest sejalan dengan semangat Muharam sebagai momentum hijrah menuju kualitas diri yang lebih baik. Karena itu, masyarakat diajak membudayakan membaca sekaligus mengembangkan kreativitas dan kemandirian ekonomi agar mampu menghadapi tantangan zaman.
Helmi menuturkan, Milfest menjadi wadah yang menghubungkan penguatan literasi dengan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Tahun ini, sebanyak 45 pelaku UMKM, termasuk penyandang disabilitas, berpartisipasi dengan menghadirkan beragam produk, mulai dari kuliner, fesyen muslim, hingga karya sastra Nusantara.
Ia juga mengajak generasi muda untuk terus membiasakan diri membaca di tengah pesatnya perkembangan teknologi. Menurutnya, kemajuan teknologi harus dimanfaatkan untuk memperluas wawasan, bukan mengurangi minat membaca.
"Budaya membaca merupakan fondasi penting untuk membangun sumber daya manusia yang unggul. Karena itu, mari kita jadikan literasi sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari," katanya.
Helmi berharap Milfest tidak berhenti sebagai agenda tahunan, tetapi berkembang menjadi gerakan bersama untuk memperkuat literasi, memberdayakan UMKM, dan membangun masyarakat yang kreatif, harmonis, serta gemar membaca.
Sementara itu, Direktur Urusan Agama Islam dan Bina Syariah, Arsad Hidayat, mengatakan capaian Milfest menunjukkan bahwa penguatan literasi dapat berjalan beriringan dengan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
"Alhamdulillah, jumlah tenant yang mengisi, baik di dalam maupun di luar area acara, mencapai 45 UMKM. Milfest ini sekaligus menjadi wadah pemberdayaan UMKM. Bahkan saat Pak Wakil Menteri meninjau langsung ke lapangan, respons para pelaku UMKM sangat positif. Mereka berharap kegiatan seperti ini dapat dilaksanakan secara berkelanjutan," ujar Arsad.
Menurut Arsad, penyelenggaraan Milfest sejalan dengan arahan Menteri Agama Nasaruddin Umar agar setiap program Kementerian Agama memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Hal itu tercermin dari tingginya antusiasme masyarakat mengikuti festival maupun wisata literasi di UPQ.
Ia menjelaskan, sebanyak 2.415 orang mengikuti wisata literasi yang memperkenalkan proses pencetakan Al-Qur'an, Planetarium Mini, serta berbagai layanan dan program Kementerian Agama. Adapun jumlah pengunjung Milfest selama penyelenggaraan mencapai 2.568 orang.
Dari sisi ekonomi, rata-rata omzet yang diperoleh tenant UMKM mencapai sekitar Rp1,3 juta per stan per hari. Dengan 45 tenant selama empat hari penyelenggaraan, estimasi perputaran ekonomi mencapai sekitar Rp234 juta. Angka tersebut masih bersifat sementara dan berpotensi meningkat setelah seluruh transaksi selesai diverifikasi, termasuk penjualan buku oleh para penerbit.
Selain melibatkan 45 UMKM, Milfest 2026 juga menghadirkan 22 penerbit dengan lebih dari 2.000 judul buku. Arsad berharap festival ini terus diselenggarakan secara berkelanjutan sebagai ruang kolaborasi antara penguatan literasi keagamaan, pemberdayaan ekonomi masyarakat, dan edukasi publik sehingga manfaatnya semakin luas dirasakan masyarakat.
Msk/Mr
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…



