Jakarta, bimasislam—Wafatnya Kyai Hasyim Muzadi, mantan Ketua PBNU (16/3) di Malang, menyisakan banyak kenangan di mata banyak orang. Sosoknya yang fenomenal mendapat banyak kesan dari umat Islam, bahkan dari non Islam sekalipun. Tak terkecuali KH. Tarmizi Thohor, Ketua PWNU Provinsi Riau yang juga menjabat sebagai Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf, memberikan kesaksiannya tentang sosok Kyai Hasyim yang membuatnya sangat terkesan dengan kepribadiannya. Seperti diungkapkan kepada bimasislam (21/3), Tarmizi menyebutkan bahwa pak Kyai Hasyim adalah sosok tawadhu yang mengagumkan.
“Saya kagum sekali dengan personality almarhum. Orang sehebat dia, dimana semua orang mengakui kualitasnya, setiap habis ceramah atau ngisi pengajian selalu minta tanggapan dari orang-orang dekatnya. Berapa kali saya dimintain tanggapan beliau sehabis beliau ceramah. Waktu habis ngisi pengajian Maulid Nabi di kantor, tidak lama beliau telepon saya, bagaimana isi ceramah saya tadi, bagus gak? Saya jawab bagus bah. Bagus yok opo?”, katanya.
Menurut Tarmizi, Kyai Hasyim yang memiliki kapabilitas keilmuan yang tinggi, tetapi sikapnya selalu menganggap dirinya masih banyak kekurangan. Sementara banyak ustad-uztad muda yang tampil di media justru merasa sudah hebat.
“Heran saya, orang sehebat pak Hasyim masih saja merasa kurang dan minta masukan dari orang lain. Betapa tawadhu’nya beliau itu dan jarang orang seperti itu. Menurut saya sosoknya pantas sekali jadi teladan untuk semua orang, khususnya para tokoh agama yang ada”, tuturnya dengan sangat antusias.
Lebih lanjut Tarmizi mengatakan bahwa selain itu, katanya, Kyai Hasyim itu memiliki kemampuan retorika dalam ceramah yang luar biasa. Jika beliau ingin menyindir kepada seseorang atau kelompok orang memilih kata-katanya dengan tepat, sehingga tidak ada yang merasa tersinggung.
“Kalau mendengar Kyai Hasyim ceramah, pasti semua orang ketawa. Selain apa yang disampaikan berbobot, bernas, beliau juga pandai membolak-balikkan kata yang lucu dan kena. Mau menyindir orang atau kelompok orang tidak menggunakan bahasa vulgar, tetapi dengan bahasa kias atau bolak balik kata yang kena dan semua orang ketawa dan tidak ada yang merasa tersinggung. Bahasanya pun ringan, mudah dipahami oleh semua kalangan”, ujarnya.
Satu hal yang membuat Tarmizi sangat berkesan dengan almarhum adalah sikapnya yang humanis. Dia sangat care, detail, dan penuh dengan humor. Menurutnya, orang merasa sangat nyaman di samping beliau, sehingga orang yang awalnya berseberangan sekalipun akan merasakan betapa kebaikan-kebaikan almarhum sangat dirasakan oleh banyak kalangan.
(thobib/bimasislam)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…



