Jakarta, bimasislam—Penyuluh Agama, baik yang berstatus PNS maupun Honorer di lingkungan Kementerian Agama menjadi bagian penting dari pelayanan kepada umat beragama. Berdasarkan Keputusan Bersama Menteri Agama dan Kepala Badan Kepegawaian Negara nomor: 574 Tahun 1999 dan Nomor: 178 Tahun 1999 tentang jabatan fungsional penyuluh agama dan angka kreditnya, menyebutkan bahwa Penyuluh Agama adalah Pegawai Negeri Sipil yang diberi tugas, tanggung jawab, wewenang untuk melakukan kegiatan bimbingan dan penyuluhan agama dan pembangunan melalui bahasa agama.
Seiring dengan semakin tingginya tuntutan peran penyuluh dalam menangani problem-problem keummatan, pemerintahan Jokowi-JK telah mengagendakan tentang pentingnya penataan penyuluh agama sebagai pilar penting pembangunan nasional. Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) telah mencanangkan penataan penyuluh agama dengan tiga hal pokok, yaitu regulasi (termasuk di dalamnya mengatur tentang status penyuluh Non PNS), pengembangan SDM, dan peningkatan infrastruktur.
Menanggapi hal tersebut, Direktur Penerangan Agama Islam, Mukhtar Ali, sedang melakukan gebrakan program berupa “Menteri Menyapa Penyuluh”. Menurutnya, program ini merupakan bingkai yang menjadi instrumen peningkatan pelayanan, pembinaan pelayanan dan kinerja penyuluh agama Islam. Dalam program tersebut akan menampilkan Sistem Menejemen Penerangan Agama Islam dengan menejemen baru terdiri atas aplikasi e-Penyuluh.
“Program itu nanti akan dibantu dengan aplikasi baru di Direktorat Penerangan Agama Islam yang memuat data personil penyuluh agama Islam, peta keagamaan Islam, Job Sheet penyuluh , Home Base pengabdian dan lain-lain. Selain itu juga sebagai instrumen pelaporan yang memberi manfaat secara lebih efisien karena berbasis Paperless”, ujarnya.
Berdasarkan informasi yang diperoleh bimasislam, Program Menyapa Penyuluh akan dilaunching pada hari ini (3/5) di Auditorium jam 16.00 WIB bersama seluruh Ka Kanwil, Kabid Penerangan Agama Islam, dan seleurh pejabat Eselon III di Bimas Islam yang akan dihadiri langsung oleh Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin. Kegiatan akan dikemas dengan dialog interaktif Menag dengan penyuluh se-Indoensia melalui media teleconference. Juga akan dipaparkan filler singkat tentang pengabdian Penyuluh Agama Islam (PAI) di objek-objek terpilih. (thobib/bimasislam)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…



