Jakarta, bimasislam— Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam, Machasin, menerima kunjungan 15 delegasi dari Jabatan Kemajuan Islam Malaysia (JAKIM) pada Rabu (06/05/2015). Pertemuan yang berlangsung di ruang rapat lantai 4, Gd.Kementerian Agama, Jl.MH. Thamrin, Jakarta, itu dimaksudkan sebagai sarana silaturahmi dan studi banding antar negara serumpun tentang karakteristik Islam di kedua negara. Berbeda dengan Indonesia yang mengakui enam agama resmi, dengan 85,2 persen penduduknya beragama Islam, di Malaysia, sekalipun Muslim hanya berjumlah 60,4 persen dari total penduduk, Islam dijadikan sebagai satu-satunya agama resmi, meski pada saat yang sama konstitusi Malaysia menjamin kebebasan beragama. Karakteristik yang berbeda ini menjadi salah satu pokok bahasan dalam pertemuan yang dihadiri 30 orang tersebut.
Didampingi sejumlah pejabat eselon 2 dan 3 di lingkungan Ditjen Bimas Islam, Machasin menyampaikan karakteristik khas Islam di Indonesia yang merupakan khasanah tersendiri bagi model Islam di Asia Tenggara. Menurut Guru Besar Sejarah Kebudayaan Islam, UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta, itu corak Islam di Indonesia setidaknya memiliki empat karakter.
Keempat tersebut adalah, pertama, Islam di Indonesia bertalian dengan semangat kedamaian, jauh dari amarah atau perang. Semangat kedamaian ini, dikatakan Machasin, berasal dari sifat moderat yang dianut oleh sebagian besar pemeluk Islam di Indonesia seperti nampak dalam organisasi Nahdhatul Ulama, Muhammadiyah, dan sebagainya.
Kedua, Islam di Indonesia bersifat majemuk dalam arti memiliki ragam aliran sekalipun mayoritas bermadzhab Syafi’iyah. Kemajemukan ini merupakan keniscayaan di tengah negara dengan penduduk Muslim terbesar di dunia, yakni sebanyak 207 juta jiwa. Ketiga, dalam beragama, umat Islam di Indonesia nampak kurang percaya diri dengan identitas keindonesiaannya, sehingga cenderung mencari kiblat budaya ke timur tengah, dan keempat, banyak pihak percaya bahwa model Islam seperti di Indonesia akan tampil sebagai pemimpin di antara corak Islam di Negara-negara Muslim. Dalam pertemuan tersebut, selain menerangkan tentang ciri khas Islam di Indonesia, Mantan Kepala Badan Litbang Kementerian Agama itu juga memaparkan tugas pokok dan fungsi Ditjen Bimas Islam dengan empat direktorat yang bersentuhan langsung dengan kepentingan umat Islam. (ska/foto:bimasislam)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…



