Jakarta, bimasislam— Untuk menjaga netralitas dan hasil yang bagus sesuai dengan harapan dalam Pemilihan KUA Teladan Nasional, Tim Penilai dan Verifikasi Layanan KUA dari Pusat dilarang meminta dan menerima apapun dalam bentuk apapun. “Saya minta kepada seluruh Tim Penilai dan Verifikasi jangan menerima, apalagi meminta dari obyek dalam bentuk apapun, seperti barang atau uang. Kita tunjukkan kepada publik bahwa Pemilihan KUA Teladan Nasional ini kita lakukan dengan sungguh-sungguh dan tidak ada main mata”, tegas Direktur Urais dan Binsyar, Dr. H. Muchtar Ali, M. Hum, di hadapan peserta Rapat Tim di Lantai 6, Gedung Kemenag RI, Jl. MH. Thamrin 6 Jakarta (20/6).
Muchtar menambahkan, satu hal yang perlu mendapat perhatian kepada leading sector pemilihan KUA Teladan adalah bagaimana kita membina para pemenang ini agar dapat menjadi percontohan dari KUA yang lain. “Kita ini kan sudah lima tahun mengadakan pemilihan KUA teladan. Jika selama 5 tahun berjalan, dimana setiap provinsi ada pemenangnya masing-masing satu, maka jumlah KUA Teladan sebanyak 165 KUA Teladan seluruh provinsi. Ini harusnya menjadi contoh pelayanan KUA yang lain dan semakin hari KUA semakin baik layanannya’, imbuhnya.
“Saya minta kepada panitia agar menyampaikan kepada publik, khususnya kepada Menag tentang kemajuan yang banyak diraih oleh KUA. Janganlah kita ini terus menerus menyampaikan kelemahan KUA, kasihan lah temen-teman KUA yang banyak melakukan perubahan untuk pelayanan kepada masyarakat”, harapnya.
Dalam pantauan bimasislam, Tim Verifikasi KUA Teladan akan segera diturunkan ke daerah untuk melihat langsung layanan KUA Teladan terpilih di setiap provinsi. Tim dibagi 33 sesuai dengan jumlah provinsi dan setiap provinsi sebanyak dua orang. Sesuai rencana, Tim akan bekerja mulai minggu depan dan bulan berikutnya meskipun pada bulan Ramadhan. (bieb/foto:bimasislam)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…



