Bogor, bimasislam-- Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam secara rutin tahunan menyelenggarakan pembinaan pegawai, baik ASN maupun Honorer di lingkungan Ditjen Bimas Islam, Sekretariat Baznas, dan UPQ Ciawi Bogor. Kali ini, program Capacity Building bertema Embracing Spirit of Productivity and Togetherness diselenggarakan di hotel Lorin Sentul, Bogor, selama tiga hari, yaitu tanggal 29 September hingga 1 Oktober 2017.
Kegiatan yang diikuti sebanyak 300 orang ini dikemas dalam berbagai ragam pola dan games dengan mengedepankan spiritual. Tujuannya adalah untuk meningkatkan produktifitas kerja dan kebersamaan.
Beberapa games yang dilaksanakan diantaranya adalah lomba memanah yang dikemas dalam kompetisi antar unit eselon 2 di Ditjen Bimas Islam.
Dalam testimoninya, salah seorang peserta Jamaluddin Marky, mengatakan kepada bimasislam bahwa memanah adalah pekerjaan yang tidak mudah. Selain harus konsentrasi, juga diperlukan fokus pada target yang ingin dicapai.
"Menarik sekali lomba memanah ini. Pekerjaan ini tidak mudah kalau kita lakukan. Selain untuk membangun konsentrasi, diperlukan fokus yang pas agar target dapat dicapai", tuturnya.
Selain itu, games yang dilakukan adalah lomba memasak yang dibagi kelompok-kelompok perwakilan dari unit kerja. Juri yang dihadirkan adalah pimpinan juru masak (koki) hotel. Pemenangnya adalah tim dari Unit Percetakan Alquran (UPQ). Salah satu peserta, Aswanto, mengatakan bahwa lomba memasak ini sangat bagus karena dapat membangun kerjasama dan harmoni dalam bekerja.
"Lomba masak ini sangat menyenangkan. Selain hobby, tim memasak harus mampu membangun kerja sama, komunikasi, dan harmoni dalam bekerja agar capaian dapat memenuhi target", urainya.
Selain itu, yang cukup seru dan menghebohkan adalah permainan angklung yang diikuti oleh seluruh peserta yang dipandu oleh Joko, seorang profesional pelatih angklung dari Bandunh. Dari sekian banyak peserta yang dilatih secara otodiak dan spontan, peserta langsung bisa mempraktikkan.
"Permainan angklung sangat mengesankan. Dari angklung kita bisa belajar tentang kebersamaan, harmoni, dan tanggung jawab tugas yang dibebankan. Sebaiknya ini bisa direkomendasikan kepada Kementerian Agama pada momen tertentu karena sangat bagus nilai-bilai yang disampaikan", ujarnya.
(thobib al-Asyhar/foto:bimasislam)



