Depok, bimasislam—Situs Bimbingan dan Pelayanan Masyarakat Islam, bimasislam, mengirim dua wartawannya untuk mengikuti Workshop Jurnalistik yang digelar oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Islam (Ditjen Pendis), Kementerian Agama, di Hotel Santika, Depok, pada Kamis hingga Sabtu, 3-5, April 2014. Dua wartawan tersebut adalah Syamsuddin dan Sigit Kamseno. Pemimpin Redaksi bimasislam Thobieb al-Hasyr mengatakan diutusnya perwakilan dari bimasislam tersebut adalah wujud komitmen untuk terus meningkatkan kualitas pemberitaan di website bimasislam.
Wokshop jurnalistik yang diikuti oleh peserta dari Ditjen Pendis, Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (Ditjen PHU), dan Ditjen Bimas Islam tersebut menghadirkan pembicara dari Majalah Gatra, Asrori S.Karni yang membedah mengenai teknik penulisan feature, dan Mujib Rahman yang membedah teknik penulisan berita hardnews. Acara dibuka oleh Sekretaris Ditjen Pendis, Kamaruddin Amin, dan ditutup oleh Kepala Pusat Informasi dan Hubungan Masyarakat, Kementerian Agama, Zubaidi.
Menurut Kamaruddin Amin, pelatihan jurnalistik dipandang penting karena media memiliki posisi yang strategis untuk menyampaikan capaian-capaian Kementerian Agama kepada masyarakat. “Selama ini, apa yang kita lakukan tidak terpublikasi secara luas disebabkan karena kita tidak mempunyai semangat jurnalisme yang bagus. Oleh karena itu, kegiatan ini menemukan signifikansinya” ujarnya.
Lebih lanjut, peraih predikat summa cumlaude di Rheinischen Friedrich Wilhelms Universitaet Bonn, Jerman ini mengatakan “cara pandangyang menganggap seolah-olah mempublikasikan kebaikan adalah riya, harus diubah, karena dalam konteks instansi pemerintah apa yang kita lakukan merupakan amanah publik yang harus disampaikan.If you want to be succesful, you have to be smart enough to market yourself, ini bukan kategori riya”, tambahnya.
Senada dengan Kamaruddin, Zubaidi mengatakan pemberitaan di media online pada zaman kemajuan teknologi informasi saat ini menjadi sangat penting, karena kebutuhan masyarakat terhadap pembaharuan informasi jauh lebih tinggi dari sebelumnya. “masyarakat menuntut informasi yangupdate secara langsung. Bukan lagi harian apalagi mingguan. Oleh karena itu media online menjadi alternatif sebagai sarana informasi yang paling aktual. Situs berita di lingkungan Kementrerian Agama selayaknya mengakomodasi kebutuhan itu.”Pungkasnya. (ska/foto:bimasislam)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…



