Jakarta, bimasislam— Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam terus menggenjot penyediaan sarana pra-sarana untuk meningkatkan kualitas layanan publik, khususnya di bidang pernikahan pada daerah-daerah kepulauan. Demikian dikatakan oleh Machasin, Dirjen Bimas Islam di hadapan peserta penyusunan APBN-P 2015 di Ruang Sidang lantai 3 Gedung Kemenag RI, Jl. MH. Thamrin 6 Jakarta (19/2).
“Kami menyadari, banyak sarana prasarana di KUA yang harus dilengkapi karena kebutuhan wilayah tugas yang kompleks. Pada tahun 2015 ini, kami telah anggarkan untuk pembelian 10 speed-boat (kapal cepat) pada KUA-KUA yang berada di wilayah kepulauan. Setiap wilayah memang memiliki spesifikasi sarana yang berbeda-beda. Di wilayah satu mungkin membutuhlkan motor trail, di wilayah lain membutuhkan kuda karena berada di daerah terjal yang tidak bisa dilalui dengan kendaraan”, ungkapnya.
Lebih lanjut mantan Kabalitbang ini menegaskan, bahwa tahun ini adalah tahun uji coba beli 10 buah untuk penyediaan sarana-prasarana penghulu di daerah-daerah kepulauan.
“Sebenarnya kita bisa membeli sebanyak 30 speed boat untuk daerah kepulauan, namun kita uji coba dulu bagaimana optimalisasi sarana tersebut. Mungkin tahun depan kita tambah, dan juga bisa kami sediakan kuda atau jenis transportasi yang relevan, tambahnya.
Dalam catatan bimasislam, 10 wilayah kepulauan yang akan mendapatkan speed-boat adalah NTT, Papua, Bengkulu, Maluku Utara, Banten, Bangka Belitung, Gorontalo, Kepulauan Riau, Papua Barat, dan Sulawesi Barat. Dirjen berharap, dengan adanya penambahan speed-boat nantinya pelayanan nikah di daerah yang mengharuskan melewati laut atau sungai tidak terkendala secara teknis, ujarnya. (thobib/foto:bimasislam)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…



