Jakarta, Bimas Islam — Pemanfaatan Masjid Ramah Pemudik (MRP) pada arus mudik dan balik Lebaran 1447 H/2026 M menunjukkan tren positif. Kementerian Agama mencatat jumlah pemudik yang singgah di masjid mencapai 3.592.348 orang, meningkat signifikan dibandingkan tahun 2025 yang tercatat sebanyak 1.617.641 orang.
Direktur Urusan Agama Islam dan Bina Syariah, Arsad Hidayat, mengatakan, kenaikan tersebut menunjukkan meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap layanan berbasis rumah ibadah di jalur mudik. Ia menilai program ini semakin dirasakan manfaatnya oleh para musafir.
“Terjadi kenaikan sekitar 122 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Ini menunjukkan bahwa masjid semakin dipercaya sebagai tempat singgah yang aman, nyaman, dan terbuka bagi para pemudik,” ujar Arsad di Jakarta, Senin (6/4/2026).
Ia menjelaskan, peningkatan jumlah pengunjung tidak terlepas dari kesiapan layanan yang semakin baik di lapangan. Ribuan masjid yang terlibat telah disiapkan dengan fasilitas dasar yang memadai serta didukung oleh pengurus dan relawan.
Menurut Arsad, pada tahun 2026 Kementerian Agama menyiapkan 6.859 masjid yang tersebar di berbagai wilayah strategis, terutama di jalur utama seperti Pantura, Trans Jawa, dan Trans Sumatera. Seluruh masjid tersebut beroperasi selama 24 jam sejak H-9 hingga H+7 Idulfitri.
Ia menambahkan, jika dibandingkan tahun 2025 yang melibatkan 8.710 masjid dengan jumlah pengunjung sekitar 1,6 juta orang, maka pada tahun ini terlihat peningkatan signifikan dari sisi pemanfaatan. Artinya, kualitas layanan dan keberadaan masjid di jalur mudik semakin optimal.
“Bukan hanya jumlah masjidnya, tetapi tingkat pemanfaatannya yang meningkat tajam. Ini menandakan layanan yang diberikan semakin tepat sasaran dan dibutuhkan oleh masyarakat,” jelasnya.
Arsad menuturkan, mayoritas pemudik yang memanfaatkan layanan MRP berasal dari pengguna kendaraan pribadi, terutama sepeda motor dan mobil. Hal ini sejalan dengan karakter arus mudik di Indonesia yang didominasi perjalanan darat jarak jauh.
Selain sebagai tempat ibadah, masjid juga menyediakan berbagai fasilitas penunjang seperti tempat istirahat, air minum, toilet bersih, hingga layanan pengisian daya gawai. Kehadiran fasilitas ini dinilai membantu pemudik menjaga kondisi fisik selama perjalanan.
Ia juga mengungkapkan tingginya tingkat kepuasan masyarakat terhadap layanan yang diberikan. Berdasarkan evaluasi, hampir seluruh responden menyatakan fasilitas utama seperti tempat salat, kebersihan, dan keamanan sudah terpenuhi dengan baik.
“Masjid tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga ruang pelayanan umat. Di sinilah nilai kemanusiaan, kepedulian, dan kebersamaan hadir secara nyata,” kata Arsad.
Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa angka 3,5 juta pemudik tersebut merupakan hasil rekapitulasi dari masjid yang terdata dalam program MRP. Secara faktual di lapangan, jumlah pemanfaatannya diperkirakan lebih besar.
“Data ini masih bersifat agregat dari masjid yang terlaporkan dalam sistem. Di luar itu, masih ada masjid-masjid di rest area jalan tol yang juga melayani pemudik dalam jumlah besar dan belum seluruhnya terhimpun dalam data ini,” ujarnya.
Menurut Arsad, keberadaan masjid di rest area tol memiliki kontribusi penting dalam mendukung kenyamanan pemudik, terutama pada jalur-jalur dengan intensitas lalu lintas tinggi.
“Kami melihat layanan di rest area juga sangat tinggi pemanfaatannya. Karena itu, jika seluruhnya terdata, angkanya sangat mungkin lebih besar dari yang saat ini tercatat,” tambahnya.
Ia mengapresiasi keterlibatan berbagai pihak dalam menyukseskan program ini, mulai dari pengurus masjid, penyuluh agama, KUA, hingga masyarakat setempat. Kolaborasi tersebut menjadi kunci dalam menghadirkan layanan yang optimal.
“Kami berharap tren positif ini dapat terus dijaga dan ditingkatkan pada tahun-tahun mendatang. Program Masjid Ramah Pemudik diharapkan tidak hanya hadir saat musim mudik, tetapi menjadi model pelayanan berkelanjutan berbasis rumah ibadah di tengah masyarakat,” tandasnya.
An/Mr
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…



