Trisna Willy, demikian nama Ibunda bersahaja dan kharismatik ini. Meski beliau istri dari Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin tetapi kesederhanaan dan keramahtamahaannya tetap melekat sebagai pribadi yang apa adanya.
Pada acara Sosialisasi Undang-Undang Jaminan Produk Halal bagi Majelis Taklim dan Ibu Rumah Tangga pada 19 November lalu di Jakarta, bimasislam berkesempatan lebih jauh menggali pandangan beliau tentang peran Ibu dalam menyiapkan pangan bagi keluarga.
Trisna menyampaikan bahwa Ibu memiliki kedudukan strategis dalam kehidupan keluarga dan masyarakat. Sekarang ini bahkan ke depan, tantangan semakin besar. Tantangan bukan hanya bagi diri pribadi anak itu sendiri, namun tantangan sosial, bahkan tantangan global. Sangat disadari bahwa dimulai dari Ibu-lah perlu disiapkan anak-anak yang berkualitas. Disiapkan disini berarti dibina, ditumbuh kembangkan dalam situasi dan kondisi yang berkualitas sehingga sikap watak serta kepribadian mereka tumbuh secara positif. Hal yang perlu digarisbawahi bahwa kepribadian positif dipengaruhi dari makanan yang halal dan thayyib. Maka perlu disadari bagaimana peran penting Ibu dalam menumbuhkan jaminan produk halal. Disamping itu ibu juga berperan sebagai pemberi motivasi bagi kelangsungan kehidupan anaknya. Sejak masa kelahiran seorang anak, terjadi proses pertumbuhandan perkembangan anak. Proses perkembangan ini sangat ditentukan oleh motivasiatau stimulasiyang diterima anak dari ibunya. Stimulasi atau rangsangan yang diberikan oleh ibu, akan memperkaya pengalaman dan mempunyai pengaruh yang besar bagi perkembangan anak. Sangatlah perlusosok ibu untuk terus meningkatkan kualitas dirinya dengan memperkaya diri dengan ilmu pengetahuan, teknologi, maupunseni sebagai modal untuk memberikanmotivasi dalam mengantarkan kelangsungan hidup anak yang cerdas serta sukses.
Ketua Darma wanita Kementerian Agama RI ini, mengajak seluruh Ibu Rumah Tangga dan Majelis Taklim agar berjuang bersama untuk merealisasikan potensi Ibu dalam memasyarakatkan kesadaran halal. Kita harus berkomitmen mendukung upaya jaminan produk halal. Seorang Ibu harus meningkatkan pengetahuan tentang pentingnya memperhatikan makanan bagi keluarga. Bagi keluarga muslim, memilih makanan halal dan thayyib menjadi bagian yang tidak terpisah dalam pembentukan perilaku. Apa yang dimakan mempengaruhi kualitas kesehatan, pikiran dan juga rohani. Makanan halal dan thayyib yang dikonsumsi akan memberikan energi bagi seluruh organ tubuh, mendorong daya pikir, dan membentuk sel-sel ataupun jaringan angota tubuh manusia yang kemudian tumbuh dan berkembang bersamaan dengan meningkatnya kualitas keshalehan baik lahir maupun bathin. Oleh karena itu memberikan pangan halal dan thayyib bagi keluarga merupakan hal mutlak yang harus dilakukan Ibu.
Lebih jauh perempuan yang juga seorang dosen ini, mengingatkan kepada para ibu yang bekerja mencari nafkah, meski waktunya lebih banyak di luar rumah tetapi peran Ibu dalam menyiapkan pangan bagi keluarga tetap tidak boleh ditinggalkan. Untuk pendidikan anak, Ibu merupakan madrasah pertama, Oleh karena itu pendidikan dalam menyajikan dan mengonsumsi pangan harus diberikan Ibu kepada anaknya. Melalui teladan sehari-hari dengan mengefektifkan waktu untuk memasak dan mampu mendelegasikan dengan baik kepada orang yang dirumah untuk tetap menyajikan pangan halal dan thayyib bagi keluarga (lady/bimasislam)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…



