Bogor, bimasislam— Sekretaris Ditjen Bimas Islam, Muhammadiyah Amin, berharap media-media Islam dapat menjadi mitra instansinya dalam menyampaikan pesan kepada masyarakat luas. Hal itu diungkapkan Amin saat menjadi narasumber pada Wokshop Fotografi bagi Media Islam yang digelar di hotel Seruni, Puncak, Jawa Barat, Senin-Rabu (22-24/8).
Saat ini, kata Amin, Media Islam terutama yang berbasis online memiliki peran penting dalam membantu menyampaikan pesan pemerintah, terutama Kementerian Agama kepada masyarakat.
“Media Islam memiliki peran strategis sebagai mitra pemerintah dalam menguatkan kehidupan keberagamaan yang harmonis di tengah-tengah masyarakat Indonesia,” katanya.
Untuk itu, mantan Rektor IAIN Sultan Amai Gorontalo itu menekankan agar foto atau gambar visual yang beredar viral di masyarakat, yang dihasilkan oleh media-media Islam merupakan foto yang akurat dan bertanggungjawab.
Dalam kesempatan tersebut, Amin menunjukan contoh sejumlah foto hoax yang menyebar di media sosial beberapa waktu terakhir.
Di antaranya adalah atraksi anak-anak anggota bela diri di India Selatan yang sedang menguji ketahanan dan kekuatan tangan mereka, namun disebut sebagai foto konflik etnik di Myanmar. Padahal, foto tersebut pernah dilansir sebagai berita di media CNN pada 28 Juli 2009 lalu.
Selain itu, ada pula foto seorang ulama Syiah, yang telah diedit sehingga nampak sedang mencium tangan seekor anjing, lalu disebarkan ke media sosial. Padahal foto sesungguhnya tidak demikian.
Ada pula sebuah foto lain yang dianggap sebagai tragedi kemanusiaan abad ini, padahal foto terseut sebetulnya merupakan cuplikan dalam film di Nepal berjudul “Shirish Ko Phool”.
Selain menunjukan foto-foto hoax yang dianggap memprovokasi, Amin juga menunjukan contoh foto viral lain yang bertanggungjawab dan menggugah sisi kemanusiaan, yaitu sebuah foto bocah Suriah bernama Omran Daqneesh yang tengah duduk terdiam seribu bahasa di sebuah kursi ambulans. Bocah berusia lima tahun itu baru saja diselamatkan dari reruntuhan gedung yang hancur akibat serangan udara.
“Foto viral yang ini benar. Menunjukkan potret nyata kekejaman konflik Suriah di Aleppo dan membuat dunia tersentak.” Katanya.
Untuk itu, Amin meningatkan agar media-media Islam mengedepankan keakuratan dan tanggungjawab saat mengabarkan berita melalui sebuah foto. “Jagalah kredibiltas sebagai media Islam!” pungkasnya.
(sigit/bimasislam)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…



