Jakarta, bimasislam—Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengimbau umat Islam di seluruh tanah air untuk mendirikan Shalat Ghaib atas meninggalnya pengasuh Pondok Pesantren Darussunah KH Ali Mustafa Yaqub. Almarhum yang juga pernah menjabat sebagai Imam Besar Masjid Istiqlal telah meninggal pada Kamis (28/04) pukul pukul 06.00 WIB di Rumah Sakit Hermina, Ciputat.
Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, sebagaimana dikutip laman Kementerian Agama, mnegaku memiliki kesan tersendiri atas kepergian ulama yang juga pernah dipercaya sebagai Rais Syuriah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) tersebut. “Dia ulama besar kita semua kehilangan. Dia tidak sekedar ulama, alim, tapi juga guru besar di bidang ilmu hadits,” terang Menag usai bertakziah ke kediaman Almarhum, Ciputat, Kamis (28/04).
Dikatakan Menag, ilmu hadist memiliki posisi yang sangat penting bagi umat Islam di Indonesia. Keberadaan para ahli hadits pada era sekarang juga sangat diperlukan karena relevansi ilmu hadits dalam kontek kekinian. Karena itu, Menag mengaku sangat kehilangan ketika ada ahli hadits yang wafat. “Mudah-mudahan para santrinya mampu melanjutkan dan menggantikan posisi dia,” harap Menag.
“Saya meminta umat Islam melakukan shalat ghaib di tempatnya masing dan mendoakan yang terbaik bagi almarhum dan keluarganya,” tambahnya.
Selain dari Menteri Agama, himbauan pelaksanaan Shalat Ghaib juga datang dari Pengurus Besar Nahdhatul Ulama (PBNU). Melalui surat tertanggal 28 April 2016, PBNU menginstruksikan kepada seluruh pengurus wilayah dan cabang untuk menyelenggarakan Shalat Ghaib dan tahlilan bagi pakar hadits tersebut. PBNU memerintahkan instruksi tersebut diteruskan hingga kepengurusan ranting dan anak ranting.
KH Ali Mustafa Yaqub lahir di Batang, Jawa Tengah, 2 Maret 1952 dikenal sebagai ulama yang kritis terhadap isu-isu agama. Dia sempat nyantri di Pondok Pesantren Seblak Jombang dan Pesantren Tebuireng Jombang.
Sebagai ahli ilmu hadits, tercatat sejumlah karya KH Ali Mustafa Yaqub dalam bidang hadis, antara lain: Imam al-Bukhari dan Metodologi Kritik dalam Ilmu Hadits (1991), Kritik Hadits (1995), Sejarah dan Metode Dakwah Nabi (1997), Peran Ilmu Hadits dalam Pembinaan Hukum Islam (1999), serta Kerukunan Umat dalam Perspektif al-Quran dan Hadits (2000).(sigit/mkd/pinmas/bimasislam)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…



