Jakarta, bimasislam-- Munculnya konflik-konflik di masyarakat dalam beberapa tahun belakangan bukan hanya mengancam kerukunan beragama, melainkan juga mengganggu upaya pemerintah dalam mewujudkan pembangunan nasional bidang agama, diantaranya pembangunan bidang pendidikan, kesehatan dan kesejahteraan. Melihat potensi konflik yang berada di akar rumput, maka peran tokoh-tokoh lokal harus diberdayakan sebagai mediator dan stabilitator di masyarakat.
Menyikapi vitalnya peran tokoh-tokoh lokal, Direktorat Penerangan Agama Islam melalui program kemitraan umat Islam dan penyuluhan agama Islam, telah melakukan berbagai program guna mendorong tokoh-tokoh lokal berperan dalam penyelesaian masalah, termasuk konflik. Pada tahun 2013 misalnya, Direktorat Penais menyelenggarakan koordinasi dan dialog dengan para tokoh lokal, dalam hal ini tokoh-tokoh agama. Selain secara terbuka, koordinasi dan dialog ini juga diselenggarakan secara tertutup khususnya terhadap kasus-kasus yang lebih spesifik.
Ditemu di ruang kerjanya, Senin (20/2), Direktur Penerangan Agama Islam, Dra. Hj. Euis Sri Mulyani, M.Pdmenegaskan, koordinasi dan dialog dengan para tokoh agama akan terus ditingkatkan, khususnya pada daerah-daerah yang pernah terjadi konflik. Ia mencontohkan, pihaknya secara berkala memperkuat langkah membangun kerukunan dengan mengirimkan dai ke daerah prioritas, menyelenggarakan workshop pengembangan manajemen dakwah di daerah dan pembinaan penyuluh agama Islam.
“Tahun anggaran 2014 ini kami akan memperkuat pola pembinaan masyarakat melaluioptimalisasi peran tokoh-tokoh lokal. Selain akan lebih mengena dan didengar oleh masyarakat, hal ini juga akan meringankan tugas kami dalam melakukan pembinaan”, tuturnya.
Dihubungi secara terpisah, Muhammad Muallim, MA,praktisi dakwah IAIN Ambon, menegaskan pentingnya partisipasi tokoh-tokoh lokal dalam membangun kerukunan. Para tokoh lokal selain memiliki pengaruh yang besar di masyarakat, juga memahami secara luas nilai-nilai lokal yang mampu mempererat hubungan di antara masyarakat.
“Kita harus memberi ruang dan mendorong tokoh-tokoh lokal menjadi mediator dan stabilisator. Kita dorong mereka untuk membangun dan menjaga kerukunan melalui kearifan lokal yang telah mereka miliki selama ini”, tegasnya. (kangjeje/foto:bimasislam)



