Jakarta, bimasislam—Rekrutmen Penyuluh Agama Islam Non PNS tahun 2016 telah memasuki tahap akhir. Sebanyak 81.071 pelamar akan memperebutkan 45.000 kursi yang tersebar di seluruh Indonesia. Untuk pertama kalinya, rekrutmen penyuluh agama Islam akan dilakukan serentak pada tanggal 20 November 2016 dan soal yang sama. Sebagai tahap akhir, Ditjen Bimas Islam menerjunkan 34 tim untuk mengawal paket soal ke 34 provinsi.
Direktur Penerangan Agama Islam, Muchtar Ali, menegaskan, tim distribusi tidak hanya bertugas mengantar, namun juga bertanggung jawab sejak pembungkusan, pendistribusian dan penerimaan di masing-masing provinsi. Menurutnya, proses distribusi melewati beberapa tahap pengawasan guna meminimalisir kebocoran.
“Tahun ini kami lakukan terobosan rekrutmen. Kami seragamkan soal, waktu dan standar penilaian. Tujuannya agar para penyuluh yang lolos seleksi merupakan hasil seleksi dengan standar yang sama,” tegasnya.
Muchtar menambahkan, penyuluh yang lolos seleksi akan bertugas selama tiga tahun. Mereka akan ditempatkan di setiap Kantor Urusan Agama (KUA) dengan jumlah personil masing-masing delapan orang penyuluh. Masing-maisng penyuluh di KUA akan bertugas sebagai penyuluh bidang zakat, wakaf, pembinaan syariah dan penyuluhan. Ia berharap, melalui standar rekrutmen yang bersifat nasional, akan diperoleh sosok penyuluh yang mampu melakukan bimbingan agama secara baik.
Sejak senin-selasa (14-15/11), sebanyak 34 tim melakukan penyortiran paket soal tertulis dan wawancara berdasarkan jumlah alokasi di masing-masing provinsi. Sebagian provinsi digawangi 2-3 orang, sepetri Jawa Timur, Jawa Tengah dan Jawa Barat. Tim distribusi selain bertanggung jawab melakukan sortir, juga memikul tanggung jawab keamanan paket soal tersebut.
Sejak rabu-jumat (16-18/11) tim telah meluncur ke 34 provinsi. Farhan Muchalik misalnya, bertugas mengantar ke Provinsi Papua Barat. Banyak cerita yang ia jumpai, terutama perjuangan para petugas kabupaten yang harus menempuh 8 jam perjalanan laut. Untuk mengambil paket soal, tidka hanya harus merogok kocek dalam-dalam, tim juga harus menyesuaikan dengan kondisi cuaca dan transportasi laut yang tidak setiap hari ada jadwal.
Kisah lain juga dihadapi para Kasi Bimas Islam di provinsi Maluku Utara. Sebagia daerah kepulauan, distribusi paket soal harus ditempuh dengan menerjang lautan yang saat ini tengah kurang bersahabat. Ahmad Syamsuddin, tim distribusi dari pusat, menggambarkan perjuangan tersebut.
“Respon kawan-kawan di daerah sangat luar biasa. Transparansi ini telah menggugah semangat tim daerah menyongsong era baru penyuluh agama Islam,” tuturnya.
Menurut Kasi Penyuluh Kanwil Kementerian Jawa Barat, Undang Lukmanul Hakim, antusiasme pendaftar di wilayahnya sangat tinggi. Meski secara angka honor penyuluh masih rendah, namun menjaid penyuluh bagi para dai di desa-desa adalah sebuah kehormatan dari negara.
“Ada penyuluh kami di Kabupaten Subang, harus berkeliling dengan naik ojek. Tapi dia tak pernah mengeluh, karena merasa bangga dengan SK yang dia terima sebagai tugas negara. Saya kira ini yang membuat pendaftar tahun ini membludak di Jawa Barat,” ungkapnya dengan penuh semangat.
Proses rekrutmen penyuluh agama Islam Non PNS akan dilakukan serentak pada hari Ahad (20/11) di masing-masing Kabupaten/Kota. Mereka yang ikut test pada hari Ahad telah lolos seleksi administrasi. Selain tes tertulis, juga akan dilakukan tes wawancara.
(kangjeje/foto:bimasislam)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…



