Yogyakarta, bimasislam—Bidang Urais Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Yogyakarta menggelar kegiatan Evaluasi Desa Binaan Keluarga Sakinah (DBKS) tingkat provinsi selama dua hari sejak Selasa hinga Rabu, 11-12 Oktober 2016. Mengingat keluarga merupakan fondasi utama dari ketahanan nasional, kegiatan unggulan ini diharapkan menjadi inspirasi bagi daerah lain di tanah air.
Masyarakat di desa binaan menyambut antusias kehadiran tim penilai. Terbukti sambutan dari warga sangat istimewa, bahkan dikoordinir oleh Pemerintah Kabupaten, Kemenag dan instansi lintas sektoral lainnya. Tak hanya disitu, tim penilai juga diajak berkeliling desa untuk melihat berbagai potensi keunggulan desa di segala bidang dan melihat dari dekat sampel Dusun Sakinah, Keluarga Sakinah I, II, III, Masjid Paripurna, dan sebagainya.
Selain dari Kementerian Agama, Tim DBKS juga terdiri dari BKKBN, BPPM, DISPERINDAG, DIKPORA, DINKES, POLDA dan POKJA PKK tingkat provinsi.
Untuk diketahui, Desa Binaan Keluarga Sakinah yang merupakan program unggulan Kementerian AgamaProvinsi DIY diselenggarakan dalam rangka membentuk desa yang sakinah dan berkualitas, dimulai dari pembentukan ketahanan keluarga yang sakinah dan bekualitas.
Program ini dibuat dalam empat tahap mulai dari Pencanangan, Sosialisasi, Pembinaan dan Penilaian yang masing-masing dijalankan selama satu tahun. DBKS merupakan upaya strategis dalam memotivasi seluruh warga masyarakat untuk mewujudkan lima aspek keluarga sakinah yaitu pengamalan agama, pendidikan yang maju, kesehatan yang terjamin, ekonomi yang mapan serta hubungan antar/intern keluarga yang harmonis.
(sigit/bimasislam)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…



