Heidelberg, Jerman, bimasislam—Dalam rangka meningkatkan pengetahuan tentang HAM, Kebebasan, dan Perlindungan terhadap Kaum Minoritas, Wakil Bimas Islam Kemenag Kabupaten Cirebon berhasil mengikuti Study Program ke Jerman dan salah satu negara bagian Prancis. Kegiatan tersebut bertema “Human Rights, Basic Liberties and Protection of Minorities in Germany and Europe.”
Dilaporkan oleh kontributor bimasislam sekaligus peserta, Maunah, kegiatan yang diselenggarakan oleh Center Study of Religion and Culture (CSRC) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta bekerjasama dengan Konrad Adenauer Stiftung (KAS) Jerman ini diikuti oleh 4 (empat) peserta terbaik dari sekitar 600 peserta pelatihan Islam dan HAMuntuk Aktifis Muda Muslim yang telah diadakan oleh CSRC UIN Syarif Hidayatullah Jakarta di berbagai daerah di Indonesia serta 1 (satu) orang direktur CSRC UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Bapak Irfan Abu Bakar.
4 (empat) peserta yang mendapat kepercayaan untuk mengikuti kegiatan ini adalah Maunah dari Bimas Islam Kemenag Cirebon, yang jugapengajar di DTA Ashabul Yamin Cirebon,Nur Huda Lagarusu dari Gorontalo (Mengajar Bahasa Arab di salah satu pesantren di Gorontalo), Ahyar dari Aceh (Mengajar di salah satu Dayah di Aceh sekaligus Staf Kementerian Agama Kabupaten Pidie), dan Fitra Yani dari Padang (Mengajar di Pesantren Pramuka Al-Hira, Padang).
Kegiatan diadakandari tanggal 3 hingga 12 Mei 2014. “Ini merupakan tindak lanjut dari program training tentang Islam dan HAM untuk aktivis muda muslim di Indonesia. Melalui program ini, peserta diharapkan dapat meningkatkan kapasitas mereka dalam hal Keagamaan dan relasinya dengan Hak Asasi Manusia”. Karena, tutur Maunah, konflik keagamaan yang berujung kekerasan masih sering terjadi di Indonesia. Sehingga, setelah mengikuti kegiatan,kamidiharapkan dapat secara aktif mengambil bagian dalam promosi penegakan HAM di Indonesia dan implementasinya untuk kerukunan umat beragama secara umum, ungkapnya.
Beberapa agenda yang akan dihadiri oleh para peserta adalah: bertemu Kepala Kantor Kebudayaan Karlsruhe dan berdialog mengenai perlawanan Karlsruhe terhadap Rasismus, yang merupakan tema pada konferensi besar tahun 2015 sebagai anggota ECCAR (European Coalition of Cities against Racism) dan penerimaan oleh perwakilan Kantor Walikota Karlsruhe di hadapan wakil-wakil dari Himpunan Mahasiswa Muslim, Perkumpulan Jerman Muslim, dan Masyarakat Kristen-Islam. Peserta juga berkesempatan untuk mengunjungi pengadilan Eropa untuk Hak Asasi Manusia dan berdiskusi dengan Hakim Jerman Terpilih.
Hal lain yang menarik adalah, peserta diagendakan mengunjungi Mahkamah Konstitusi Federal di Karlsruhe dan berdiskusi dengan hakim di Pengadilan Tata Usaha Dr. Cristoph Stieber dan Dr. Ane Kabner. Peserta juga akan mengunjungi Institut Max Planck untuk Hukum Komparativ Publik dan Hukum Internasional di Heidelberg dan berdiskusi tentang Kebebasan Beragama dan Pendidikan Pemerintah di Negara Konstitusi Sekuler.
Selain itu, peserta juga berkesempatan mengunjungi Kantor Parlemen Jerman di Berlin dan berdiskusi dengan Dr. Franz –Josef Jung, MdB yang merupakan Menteri Federal Peserta juga akan berkesempatan mengunjungi Konrad Adenauer Stiftung Akademi dan berdiskusi dengan Wakil Kepala Departemen Eropa dan Kerjasama Internasional Mr. Frank Priess dan Juru Bicara untuk Asia Tenggara dalam Tim Asia Pasifik Mrs. Caroline Kanter. Setelah itu peserta diagendakan mengunjungi Kementerian Luar Negeri di Berlin dan berdiskusi dengan Komisaris Kebijakan Ilmiah dan Pendidikan Eksternal dan Dialog Antar Budaya, Mr.. MinDirig dan Dr. Heinrich Bernhard Kreft.(maunah/foto:bimasislam)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…



