Jakarta, bimasislam—Wakil Presiden Republik Indonesi, H.M. Jusuf Kalla memberikan arahan dihadapan peserta Rapat Koordinasi Zakat Nasional yang dilaksanakan di hotel yang berada di kawasan taman rekreasi nasional di Jakarta Utara.
Dalam arahannya, Wapres memberikan apresiasi terhadap kinerja BAZNAS yang telah berupaya sangat optimal dalam membantu program pemerintah di bidang penanggulangan kemiskinan. Pengumpulan zakat yang telah berhasil dihimpun secara nasional oleh lembaga zakat (BAZNAS dan LAZ) yang mencapai 5 triliun rupiah lebih di tahun 2016 tentu ini yang hanya dapat tercatat oleh BAZNAS,namun saya meyakini, zakat yang dibayarkan angkanya melebihi dari apa yang telah dilaporkan oleh Ketua BAZNAS, karena masyarakat Indonesia yang wajib membayarkan zakatnya ada yang melalui lembaga zakat dan ada yang langsung kepada mustahik.
Hal tersebut dapat dilihat dari keberadaan masjid, musholla, pondok pesantren, dan lainnya, yang hal itu merupakan partisipasi dari masyarakat melalui zakat, infak, dan sedekah secara individu. Oleh karenanya, ada baiknya BAZNAS dan lembaga zakat lainnya memberikan kesempatan pada muzaki dalam hal membayarkan zakatnya dapat menunjuk lokasi mustahik untuk pendistribusian zakat, hal ini untuk menjaga masyarakat memiliki kepercayaan terhadap kinerja lembaga zakat disamping adanya keterbukaan dalam pengelolaan zakat yang dibuktikan adanya tampilan informasi yang dipublikasi melalui website.
Wapres menambahkan, ada beberapa hal untuk mencapai target pengumpulan zakat, pertama, meningkatkan jumlah muzaki yang telah memiliki kemampuan berzakat, kedua, administrasi yang terbuka, ketiga, pendistribusian zakat yang tepat sasaran, dan keempat yang sangat penting yaitu kepercayaan.
Setelah dilakukan pemberian arahan dari Wapres RI, dilanjutkan membuka kegiatan secara resmi dengan pemukulan gong yang didampingi oleh Menag RI, Ketua BAZNAS, Wakil Ketua, dan Dirjen Bimas Islam. Pembukaan secara resmi tersebut disambut tepuk tangan meriah dari peserta. Rakor Zakat Nasional yang dihelat selama 3 hari (4-6 Okt), dengan mengusung tema Pengarus-utamaan ZIS Dalam Arsitektur Keuangan Syariah Indonesia (AKSI) Dan Pencapaian Suistanable Development Goals (SDGs), dengan melibatkan beberapa pembicara diantaranya Menag RI, Kementerian Keuangan, OJK, Bappenas, Kementerian Dalam Negeri, dan dilanjutkan dengan pembahasan di tiap komisi-komisi.
Dalam kesempatan sebelumnya, Bambang Sudibyo, selaku Ketua Baznas, menyampaikan ungkapan rasa bangga dan ucapan terima kasih atas kehadiran semua pihak yang telah memberikan dukungan penuh atas penyelenggaraan Rakor Zakat Nasional. Lebih lanjut, Bambang Sudibyo, menyampaikan bahwa peserta Rakor Zakat Nasional dihadiri lebih dari 500 orang, yang terdiri atas unsur BAZNAS, BAZNAS Provinsi, BAZNAS Kab/Kota, LAZ, Kanwil Kementerian Agama Provinsi, dan Biro Kesra di lingkungan pemerintah daerah provinsi.
Menag Dukung Program BAZNAS dan LAZ
Dalam kesempatan yang sama, Menag RI, dalam pidato kuncinya, menyampaikan apresiasi atas kinerja pengelola zakat khususnya BAZNAS dan LAZ yang ambil bagian dalam program kemanusiaan, membantu korban bencana di beberapa wilayah di Indonesia, bantuan tersebut cukup pro aktif telah dilakukan sangat banyak oleh BAZNAS daerah terhadap sejumlah saudara-saudara kita yang menghadapi musibah bencana, selain itu, BAZNAS dan LAZ berupaya melakukan penggalangan dana solidaritas untuk muslim Rohingya, Myanmar.
Lebih lanjut, Menag mengajak apa yang telah dilakukan lembaga zakat merupakan bentuk nyata dari kesadaran ukhuwah islamiyah dan ukhuwah basyariah sejalan dengan amanah Pancasila dan konstitusi UUD 1945.
Setelah disampaikan pidato kunci, Menag didapuk untuk meresmikan lembaga sertifikasi profesi BAZNAS dan Lembaga Pendidikan dan Pelatihan berupa penandatanganan prasasti yang disaksikan oleh Ketua BAZNAS, Wakil Ketua, Dirjen Bimas Islam, dan Sekretaris BAZNAS.
(Achmad Soleh/bimasislam)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…



