Batam, bimasisislam— Walikota Batam, Ahmad Dahlan, mengaku senang dengan perhelatan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke XXV yang digelar di wilayahnya. Dahlan mengatakan MTQ ke XXV ini merupakan cara penting dalam membangun spiritualitas masyarakat di tengah pembangunan ekonomi. “Bahwa pembangunan spiritual adalah bagian yang tidak terpisahkan dari pembangunan masyarakat secara keseluruhan. Aspek spiritual ini merupakan pengimbang dari pembanguan industri yang begitu pesat di kota Batam.” Ujar Dahlan ketika ditemui bimasisam disela perhelatan MTQ, Kamis (12/07).
Lebih lanjut, Dahlan yang mengenakan pakaian khas Melayu itu mengatakan bahwa kegiatan MTQ ini juga merupakan sarana silaturahmi antar masyarakat di seluruh Indonesia. Sebagai walikota, Dahlan berharap perhelatan nasional ini menjadi pengalaman yang indah bagi peserta-peserta dari daerah lain ketika berkunjung ke Batam.
Bersama istrinya, Dahlan mengaku gembira dengan antuasiasme masyarakat untuk mengunjungi arena MTQ dan Pekan Produk Kreatif Indonesia (PPKI) VIII yang digelar di Dataran Engku Putri hingga ke pelataran Masjid Raya Batam. Meski belum ada laporan resmi berapa jumlah uang yang beredar pada pameran tersebut, Walikota yang memimpin Batam untuk peridoe kedua ini yakin pemasukan daerah jauh lebih besar karena event nasional tersebut membawa nilai transaksi yang luar biasa. Namun demikian ia menambahkan bahwa tujuan utama dari perhelatan MTQ ini bukan sebatas peredaran uang. “tujuan utamanya adalah membangkitkan spiritualisme di tengah masyarakat, adapun nilai transaksi ekonomi adalah side effect saja.” Pungkasnya.
Hal senada dikatakan salah seorang pengunjung pameran, Januar, kepada bimasislam. Karyawan swasta yang bekerja di Galangan Kapal di daerah Batu Ampar, Pulau Batam ini sengaja hadir ke arena MTQ bersama keluarganya untuk mendengarkan langsung lantunan ayat suci al-Quran yang dibacakan oleh qari-qari’ah terbaik se Indonesia. Menurut Januar, Batam adalah Kota Industri yang berkembang pesat. Terkadang, lanjutnya, disela kesibukan di daerah perindustrian, masyarakat lupa untuk membangun sisi keberagamaannya, “maka perhelatan MTQ ini diharapkan menjadi momentum untuk membangkitkan semangat keberagamaan itu”. Ujar Januar. (ska/foto: bimasislam)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…



