Jakarta, Bimas Islam — Wakil Menteri Agama (Wamenag) Romo M. Syafi'i melepas program Ekspedisi Masjid Indonesia (EMI) di Jakarta, Rabu (11/3/2026). Program yang digelar bersama Radio Elshinta ini menjadi bagian dari upaya Kementerian Agama menghadirkan layanan bagi pemudik melalui masjid-masjid di sepanjang jalur mudik.
Pelepasan ekspedisi dihadiri Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam (Bimas Islam) Abu Rokhmad, Direktur Registrasi dan Identifikasi Korlantas Polri Brigjen Pol. Wibowo, Direktur Prasarana Transportasi Kementerian Perhubungan Toni Tauladan, Wakil Pemimpin Redaksi Radio Elshinta Kristianti, serta sejumlah pejabat di lingkungan Kementerian Agama.
Dalam sambutannya, Wamenag mengatakan, Kementerian Agama ingin memperluas fungsi masjid, tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat pelayanan masyarakat.
“Kita ingin mengubah wajah masjid yang selama ini terkesan hanya dibuka untuk pelaksanaan salat lima waktu. Dalam beberapa tahun terakhir, khususnya pada tahun ini, masjid diprogramkan kembali sesuai dengan fungsinya, yaitu memberikan pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.
Ia menjelaskan, Kementerian Agama telah menyiapkan layanan bagi pemudik yang akan dijalankan oleh ribuan masjid di seluruh Indonesia.
“Karena itu, Kementerian Agama telah merumuskan layanan bagi para pemudik yang akan dilaksanakan oleh masjid-masjid di seluruh Indonesia, sebanyak 6.859 masjid,” lanjutnya.
Untuk memudahkan pemudik memperoleh informasi selama perjalanan, Kementerian Agama bekerja sama dengan Radio Elshinta melalui program Ekspedisi Masjid Indonesia. Melalui siaran tersebut, pemudik dapat memperoleh informasi mengenai kondisi lalu lintas, lokasi masjid yang dapat disinggahi, hingga situasi di daerah tujuan.
“Insyaallah para pemudik dapat memperoleh informasi yang tepat dan akurat mengenai kebutuhan mereka selama perjalanan melalui siaran Radio Elshinta,” kata Wamenag.
Sementara itu, Direktur Jenderal Bimas Islam Abu Rokhmad, mengatakan, layanan masjid bagi pemudik merupakan bentuk kehadiran negara dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat yang melakukan perjalanan mudik. “Hal ini merupakan bentuk kehadiran negara sekaligus layanan kami kepada masyarakat yang melakukan perjalanan mudik,” ujarnya.
Ia juga mengimbau para pemudik untuk mengutamakan keselamatan selama perjalanan dan memanfaatkan masjid sebagai tempat beristirahat serta beribadah. "Kami mengimbau kepada para pemudik untuk selalu mengutamakan keselamatan; apabila merasa lelah, segera beristirahat. Selain itu, jangan lupa untuk tetap menjalankan ibadah selama dalam perjalanan mudik,” kata Abu Rokhmad.
Menurutnya, Tim Ekspedisi Masjid Indonesia juga disiapkan untuk mengawal perjalanan pemudik sekaligus melaporkan kondisi masjid-masjid di sepanjang jalur mudik. "Tim ini juga akan menyampaikan berbagai informasi mengenai keunikan serta hal-hal menarik dari masjid-masjid yang akan disinggahi para pemudik,” tandasnya.
Msk/Mr
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…



