Jakarta, bimasislam— Wakil Menteri Agama, Nasaruddin Umar mengatakan setiap tahun Indonesia membutuhkan dua juta eksemplar Kitab Suci Al-Quran, dan kebutuhan yang demikian besar itu hingga kini belum dapat terpenuhi baik oleh pemerintah maupun oleh pihak swasta. Sebagai negara dengan jumlah penduduk muslim terbesar di dunia, wajar jika kebutuhan Al-Quran di Indonesia sangat besar. Hal itu disampaikan Wamenag saat menerima kunjungan pengurus Komunitas One Day One Juz (ODOJ) di ruang kerjanya di Jakarta, Rabu (22/04).
Menurut Nasaruddin, tidak ada buku atau produk cetakan yang bisa mengimbangi jumlah pencetakan Al-Quran, "Bahkan, di Amerika,best seller-nya adalah Al-Quran," katanya.
Dikatakan Wamenag, kebutuhan Al-Quran di Indonesia sangat tinggi karena banyak dibaca. Semakin sering dibaca, semakin banyak cetakan Al-Quran yang rusak, baik karena sobek atau sebab lainnya. Oleh karena itulah kebutuhan terhadap al-Quran tidak akan pernah habis.
"Perlu Al-Quran banyak karena semakin sering dibaca, tingkat kerusakan cetakan Al-Quran juga semakin tinggi. Itu yang membuat kita butuh Al-Quran dua juta per tahun," kata Wamenag.
"Demikian juga dengan Al-Quran terjemahan. Sekarang ini seperti pisang goreng dijual di toko buku," imbuhnya sembari menambahkan bahwa dalam event Islamic Book Fair, buku yang paling digemari adalah Al-Quran.
Dalam kesempatan tersebut, Guru Besar Ilmu Tafsir UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta, itu mengaku surprise dan mengapresiasi inisiatif komunitas ODOJ untuk membentuk sebuah gerakan Indonesia Mengaji yang sejalan dengan program Kementerian Agama.
ODOJ adalah komunitas yang bertujuan mengakrabkan umat Islam kepada Al-Quran dengan merutinkan tilawah satu juz per hari, dengan memanfaatkan teknologi informasi. Sejak dilakukan soft launching pada September 2013 lalu, komunitas ODOJ hingga kini sudah mempunyai anggota sebanyak 92.760 orang yang tersebar di seluruh Indonesia, Australia, Hongkong, Qatar, USA, Jepang, Jerman, Turki, Singapura, dan sejumlah Negara lain di dunia.
Hingga kini, sejumlah tokoh dan public figure telah bergabung dalam komunitas One Day One Juz, di antaranya adalah Gubernur Sumatera Utara, Gatot Pujo Nugroho, Pimpinan Pondok Pesantren Attawabin KH.Anton Medan, Motivator Sukses Mulia, Jamil Azzaini dan juga sejumlah artis di antaranya Teuku Wisnu, Dude Herlino, Baim Wong, Dimas Seto, Alissa Subandono, Oki Setiana Dewi, dll.
Wamenag menyarankan agar aplikasi yang dibuat tidak terbatas pada BBM dan WA, tetapi juga bisa memudahkan semua pengguna handphone.Produk ini juga harus bisa masuk pada seluruh lapisan masyarakat, dari yang paling bawah sampai yang paling atas, bahkan sampai Presiden.
"Al-Quran itu bisa memberikan kepuasan bagi masyarakat bawah, dan pada saat yang sama juga bisa memberi kepuasan pada masyarakat tingkat khawaisul-khawash," pungkasnya.
Oleh perwakilan ODOJ, Wamenag didaulat menjadi penasihat dan diharapkan kehadirannya pada Grand Launching ODOJ yang rencananya akan digelar pada 4 Mei 2014 Istiqlal, Jakarta. (Ska/foto:pinmas)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…



