Jakarta, Bimas Islam — Kementerian Agama mendorong penguatan solidaritas Indonesia terhadap Palestina melalui program kemanusiaan yang berorientasi pada pembangunan berkelanjutan. Dukungan tidak lagi hanya difokuskan pada penghimpunan donasi, tetapi juga diarahkan untuk pengembangan layanan kesehatan, pendidikan, penyediaan air bersih, dan penguatan kolaborasi antarlembaga.
Wakil Menteri Agama (Wamenag), Romo R. Muhammad Syafi'i mengungkapkan, dukungan Indonesia terhadap Palestina merupakan amanat konstitusi yang harus diwujudkan melalui program-program kemanusiaan yang memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat Palestina.
"Solidaritas Indonesia kepada Palestina perlu terus diperkuat melalui kerja sama yang berdampak nyata. Dukungan tidak hanya berhenti pada penghimpunan bantuan, tetapi juga diwujudkan dalam pembangunan sektor kesehatan, pendidikan, dan layanan dasar lainnya," ujar Wamenag dalam audiensi bersama Nusantara Palestina Center (NPC) di Kantor Kementerian Agama, Jakarta, Selasa (7/7/2026).
Menurutnya, isu Palestina perlu diposisikan sebagai isu kemanusiaan universal. Pendekatan tersebut diyakini dapat memperluas kolaborasi berbagai pihak sekaligus memperkuat dukungan masyarakat internasional terhadap perjuangan rakyat Palestina.
Dalam kesempatan itu, Wamenag juga menyampaikan, pihaknya berkomitmen untuk mendukung penyelenggaraan program kemanusiaan sesuai kewenangan melalui pendampingan regulasi, fasilitasi, serta koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan.
Wamenag mengatakan, tantangan saat ini bukan terletak pada rendahnya kepedulian masyarakat Indonesia, melainkan pada upaya menyinergikan berbagai potensi agar menghasilkan dampak yang lebih besar dan berkelanjutan.
"Kami berharap kolaborasi antarorganisasi kemanusiaan semakin kuat sehingga solidaritas masyarakat Indonesia dapat diwujudkan dalam program-program yang lebih terarah, efektif, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Palestina," ujarnya.
Audiensi turut membahas sejumlah program yang dijalankan NPC, di antaranya pembangunan dan pengelolaan klinik kesehatan di Yordania, penyediaan fasilitas air bersih, pembinaan pendidikan melalui program halaqah, serta pemberian beasiswa bagi mahasiswa Palestina untuk menempuh pendidikan di Indonesia. Dalam waktu dekat, NPC juga akan meresmikan Klinik Indonesia di Sukhneh, Provinsi Zarqa, Yordania, sebagai bagian dari perluasan layanan kesehatan bagi masyarakat Palestina.
Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf, Waryono Abdul Ghafur, menambahkan, sinergi antara pemerintah dan organisasi kemanusiaan menjadi faktor penting dalam memperkuat kontribusi Indonesia bagi Palestina secara berkelanjutan.
Selain pembangunan layanan kesehatan, pertemuan juga membahas peningkatan akses pendidikan bagi generasi muda Palestina, penguatan kualitas data penerima manfaat, terutama anak yatim, serta pengembangan program penyediaan air bersih sebagai kebutuhan dasar masyarakat terdampak konflik.
Langkah tersebut sejalan dengan perhatian Menteri Agama Nasaruddin Umar yang terus mendorong penguatan nilai-nilai kemanusiaan, persaudaraan, dan kerja sama sebagai wujud dukungan Indonesia terhadap perjuangan rakyat Palestina serta terciptanya perdamaian yang berkeadilan.
Yazed/Mr
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…



