Jakarta, bimasislam—Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) secara resmi membuka Rapat Koordinasi Zakat Nasional 2017, yang digelar Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) di Ancol Jakarta, 4-6 Oktober 2017.
Dalam kesempatan tersebut, Wapres mengatakan bahwa salah satu tantangan Baznas adalah meningkatkan jumlah pembaya zakat (Muzakki) yang membayar zaka melalui BAZNAS.
“Inti tujuan dari Baznas adalah bermanfaat untuk masyarakat dan pro aktif mengurangi kemiskinan. Untuk itu, maka Baznas harus meningkatkan jumlah muzakki dan terus bermanfaat kepada Mustahiq (Penerima Zakat),” katanya.
Dikatakan Wapres, Indonesia sebetulnya tidak kekurangan muzakki. Saat ini, tambahnya, terdapat 100 ribu lebih masjid, 25 ribu lebih pesantren, yang di antaranya banyak yang berdiri dari dana zakat.
Ia menambahkan, Baznas dapat meningkatkan muzaki dengan mendorong entrepreneutrship di lembaga pendidina, seperti sekolah atau universitas.
"Jadi itu letaknya, bagaimana kita di sini di samping mengumpulkan zakat juga berusaha meningkatkan jumlah mereka yang membayar zakat," ujarnya.
Rakornas Baznas yang di gelar di Hotel Mercure Ancol itu mengusung tema Pengarusutamaan ZIS dalam Arsitektur Keuangan Syariah Indonesia (Aksi) dan Pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).
Dalam laporannya, Ketua Baznas Bambang Sudibyo menyebut Rakornas tersebut diikuti 559 peserta, terdiri dari Baznas Pusat, wilayah dan kabupaten/kota, Lembag Amil Zakat, perwakilan Biro Kesra Provinsi, Perwakilan Kanwil Kemenag dan sebagainya.
Turut hadir dalam acara tersebut Menteri Agama Lukman Hakim Siafuddin dan Dirjen Bimas Islam Muhammadiyah Amin.
(sigit/bimasislam/pujiyanto/kemenag)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…



